Advertorial

Daerah

Merinding! Keluarga Beberkan Isi Rekaman Detik-Detik Brigadir J Dibunuh: Dia Nangis-Nangis di Sana

          Merinding! Keluarga Beberkan Isi Rekaman Detik-Detik Brigadir J Dibunuh: Dia Nangis-Nangis di Sana
Merinding! Keluarga Beberkan Isi Rekaman Detik-Detik Brigadir J Dibunuh: Dia Nangis-Nangis di Sana
BENTENGSUMBAR.COM - Kasus penembakan yang menewaskan Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memang dipenuhi kejanggalan. Ia diduga menjadi korban pembunuhan berencana oleh rekannya sendiri.

Hal itu disampaikan oleh pihak keluarga Brigadir J bersamaan dengan klaim yang menyebutkan kalau mereka telah mengantongi bukti kuat atas dugaan tersebut.

Bahkan, mereka mengaku menemukan jejak digital ancaman pembunuhan. Pihak keluarga melalui pengacara Kamaruddin Simanjuntak menegaskan saat ini sudah mengetahui pesan ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepada Brigadir J.

Kamaruddin mengatakan, sehari sebelum tragedi berdarah itu terjadi di rumah Ferdy Sambo, Brigadir J sempat bercerita kepada keluarga mengenai berbagai masalah yang sedang dihadapi. 

Bahkan, kata Kamaruddin, almarhum sudah menyampaikan salam perpisahan sebelum dirinya tewas ditembak pada Jumat, 8 Juli 2022.

“Sampai di hari terakhir dia mau dibunuh, tepatnya tanggal 7, dia curhat dan sudah mengucapkan kata-kata perpisahan,” kata Kamaruddin kepada wartawan Senin, 25 Juli 2022 kemarin.

Lebih lanjut Kamaruddin mengatakan bahwa Brigadir J sebenarnya sudah tahu dirinya dalam bahaya sebab adanya pesan ancaman pembunuhan itu.

Tahu nyawanya terancam, Brigadir J pun menyerahkan semua rekaman ancaman pembunuhan itu kepada salah satu orang kepercayaan yang kemudian disampaikan kepada pihak keluarga.

“Artinya dia tahu bahwa dia bakal dibunuh. Ada, rekaman eletronik kami dapat dari orang kepercayaannya (Brigadir J),” beber Kamaruddin.

Kamaruddin memang tidak menceritakan secara detail terkait isi rekaman tersebut. 

Namun, lanjutnya, Brigadir J saat itu dalam posisi yang sangat tertekan. Ia bahkan sampai menangis ketika mendapat ancaman pembunuhan itu.

“Dia di sana nangis-nangis, dalam artian almarhum. Kenapa dia nangis? Karena dia diancam mau dibunuh,” ungkapnya.

Kamaruddin juga mengungkap bahwa isi pesan ancaman pembunuhan Brigadir Joshua itu to the point. Dalam pesan ancaman itu, Brigadir J akan segera dihabisi.

“Ancaman pembunuhannya, dia akan dihabisi dan dia akan dibunuh,” pungkasnya. 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »