Advertorial

Daerah

Jokowi Beri Sinyal Tinggalkan Ganjar Pranowo: Biar Elektabilitas Tinggi Belum Tentu Diusung

          Jokowi Beri Sinyal Tinggalkan Ganjar Pranowo: Biar Elektabilitas Tinggi Belum Tentu Diusung
Jokowi Beri Sinyal Tinggalkan Ganjar Pranowo: Biar Elektabilitas Tinggi Belum Tentu Diusung
BENTENGSUMBAR.COM - Joko Widodo, Politisi Kebanggan PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ) hingga memangku jabatan sebagai Presiden RI, memberikan sinyal politik yang beda dengan sebelumnya.

Sinyal politik tersebut terkait dukungan terhadap Calon Presiden yang akan maju, bertarung dan menggantikan dirinya sebagai Presiden RI.

Isyarat dukungan tersebut mengemuka, tersirat dalam penyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa tingginya elektabilitas seseorang belum tentu didukung oleh partai politik.

Terhadap pernyataan itulah, pengamat politik dari Voxpol Center Reseach & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago angkat bicara.

Dia mengatakan, bahwa pernyataan Jokowi yang juga Presiden RI asal PDIP itu, merupakan sinyal kuat akan dukungan terhadap Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Pernyataan itu juga menyiratkan tafsiran bahwa PDIP berkemungkinan memilih Puan Maharani sebagai figur yang diusung sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Tafsiran ini, katanya, didasarkan pada beberapa alasan bahwa pertama, apa yang disampaikan Jokowi merupakan indikasi awal untuk tinggalkan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan beralih ke Puan Maharani.

Itu artinya, Presiden Jokowi telah mendapatkan informasi mengenai dukungan PDIP ke Puan Maharani atau bukan ke Ganjar Pranowo.

"Pertama, PDIP sudah memberikan kode bahwa elektabilitas yang moncer atau tinggi, tidak menjadi preferensi menentukan dukungan capres," ujar Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu 27 Agustus 2022.

Pasalnya, lanjut dia, PDIP mungkin menyadari bahwa kebutuhan Indonesia tidak bisa hanya semata indikator elektabilitas.

Kedua, lanjut Pangi, apakah nanti PDIP konsisten atau ditaklukkan oleh kehendak dan realitas politik, yang ujung-ujungnya bakal mengusung yang mungkin elektabilitasnya tinggi, yang berpeluang menang?

Ataukah, lanjut dia, PDIP tetap konsisten mendukung Calon Presiden yang mengakar di parpol, yang ideologis dan punya narasi kebangsaan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan.

Ketiga, kata Pangi Syarwi Chaniago, apakah pernyataan Jokowi tentang elektabilitas tersebut, ditujukan kepada Ganjar Pranowo atau Puan Maharani atau figur yang lain.

Akan tetapi, lanjut dia, pesan yang ditangkap adalah kendati elektabilitas Puan Maharani tak setinggi Ganjar, tapi Ganjar Pranowo yang terlalu kepedan.

"Mas Ganjar jangan terlalu kepedean, jangan terlalu confidance tinggi, sebab PDIP belum tentu mengusung capres yang elektabilitasnya moncer," ujar Pangi Syarwi Chaniago.

Jika benar demikian, lanjut dia, berarti semakin terang sikap PDIP menghadapi Pilpres 2024 mendatang.

Bahwa pada momen itu, Partai Banteng Moncong Putih akan mendukung Puan Maharani atau bukan Ganjar Pranowo sebagaimana yang disukai publik selama ini.

Untuk diketahui, sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan relawan Bravo 5 untuk tidak buru-buru mendukung calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Jokowi mengatakan bahwa prasyarat untuk menjadi Capres tidak cukup bermodalkan elektabilitas. Tetapi harus didukung oleh partai politik (Parpol) atau gabungan parpol.

Kata dia, mereka yang saat ini memiliki elektabilitas tinggi sekalipun belum tentu mendapatkan dukungan parpol.

"Belum tentu yang elektabilitasnya tinggi itu diajukan oleh partai atau gabungan partai, kalau mereka nggak mau, gimana?" ujar Jokowi kepada peserta Rapimnas relawan Bravo 5 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat 26 Agustus 2022.

Jokowi menerangkan regulasi memang mengatur yang dapat mengajukan Capres adalah parpol atau gabungan parpol.

"Di konstitusi, kita di undang-undang kita, itu memang harus diusung oleh partai atau gabungan partai. Artinya apa, bapak ibu jangan mendukung kandidat itu sekarang, misalnya kita dukung pak Fachrul Razi, pertanyaan saya, yang mengajukan partai apa? mengajukan pak Luhut, pertanyaan saya, partainya apa yang mengajukan," kata Jokowi.

Karenanya, Jokowi meminta relawan Bravo 5 tidak buru-buru mendukung tokoh sebagai capres 2024. "Sekali lagi ojo kesusu, tidak usah tergesa-gesa," katanya. 

Sumber: Pos Kupang
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »