Advertorial

Daerah

Pemerintah Siapkan BLT Apabila Harga Pertalite-Solar Naik, Pakar Nilai Rp 200 Ribu Cukup

          Pemerintah Siapkan BLT Apabila Harga Pertalite-Solar Naik, Pakar Nilai Rp 200 Ribu Cukup
Pemerintah Siapkan BLT Apabila Harga Pertalite-Solar Naik, Pakar Nilai Rp 200 Ribu Cukup
BENTENGSUMBAR.COM - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar masih terus ramai dibahas. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario terkait rencana tersebut.

Salah satu skenario yang disiapkan jika harga BBM dinaikkan adalah jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

Selain untuk mengamankan beban APBN untuk membayar subsidi, skema tersebut juga diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan inflasi ketika harga BBM naik.

"Apalagi pasca COVID ini, datanya berubah. Terjadi penurunan kelas dari masyarakat. Maka perlu adanya jaring pengaman ini," terang Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (26/8).

Lantas, berapa jumlah BLT yang idealnya diberikan kala BBM naik? Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dzulfian Syafrian menjelaskan bahwa besaran BLT tersebut perlu dihitung secara cermat jika harga BBM bersubsidi naik.

"Berapanya mesti dihitung secara teliti, tapi Rp 100.000 hingga Rp 200.000 mestinya cukup untuk mengkompensasi berbagai kenaikan harga-harga, dengan format 1 kartu keluarga menerima 1 bantuan sosial," papar Dzulfian kepada Kumparan, Sabtu (27/8).

Dzulfian lantas menyoroti skema subsidi yang selama ini diberikan pemerintah melalui BBM bersubsidi.

Penyaluran subsidi dalam bentuk barang tersebut dinilai kurang tepat sasaran mengingat banyak orang mampu yang masih menikmati BBM Pertalite.

"Subsidi itu baiknya perorangan dan disortir, dipastikan yang berhak yang terima bantuan. Kalau BBM kan tidak bisa diatur siapa yang mengkonsumsi, kalau BLT bisa," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah disebut akan mengatur pembelian Pertalite dan Solar subsidi agar penyalurannya bisa lebih tepat sasaran melalui aplikasi MyPertamina. 

Hal tersebut rupanya juga akan tetap dilakukan bila nanti memang ada kenaikan terhadap harga Pertalite dan Solar subsidi.

"Supaya penyaluran bisa tepat sasaran dan itu bisa dilakukan lewat registrasi MyPertamina," ujar anggkota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman kepada CNBC Indonesia, dilihat Jumat (26/8).

Sumber: Wowkeren
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »