Advertorial

Daerah

Bagaimana Warung Sarapan Pagi Ni Pit Menarik Hati Pelanggan

          Bagaimana Warung Sarapan Pagi Ni Pit Menarik Hati Pelanggan
Bagaimana Warung Sarapan Pagi Ni Pit Menarik Hati Pelanggan
LONTONG merupakan salah satu makanan yang paling banyak dicari untuk sarapan pagi bagi warga Batusangkar. Oleh karena itu, kebanyakan warung sarapan pagi di Batusangkar menyediakan menu lontong. Salah satu warung sarapan pagi yang menyediakan lontong di Batusangkar yaitu Warung Sarapan Pagi Ni Pit yang terletak di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Baringin, Batusangkar.

Warung yang didirikan pada tahun 2000 ini dikelola oleh Buk Fitri yang biasa dipanggil “Ni Pit” selaku pemiliki warung ini. Warung Sarapan Pagi Ni Pit terletak tidak jauh dari lokasi sekolah dan perkantoran, ini menggambarkan lokasi yang strategis dan memudahkan untuk menarik hati pelanggan. Selain itu, Warung Sarapan Pagi Ni Pit juga terletak tidak jauh dari pemukiman warga, sehingga warga sekitar juga sering berkunjung dan membeli sarapan di Warung Sarapan Pagi Ni Pit.

Menu yang ditawarkan Warung Sarapan Pagi Ni Pit cukup beragam, mulai dari lontong pical, lontong gulai, lontong mi dan lain lain, Tidak hanya itu, Warung Sarapan Pagi Ni Pit juga terkenal dengan gorengannya yang enak. Banyak siswa sepulang sekolah yang singgah hanya untuk membeli dan menyantap gorengan di warung ini.

Tidak hanya menu sarapan, warung Ni Pit juga menyediakan bebagai makanan dan minuman ringan. Walaupun warung ini dinamakan warung sarapan pagi, tetapi warung ini dibuka sampai maghrib, “Warung Sarapan Pagi Ni Pit buka setelah shalat subuh sampai habis maghrib” ujar Ega anak Ni Pit. Jadi tidak hanya sarapan pagi, banyak siswa yang mampir untuk membeli makanan di warung Ni Pit ini siang hari sepulang sekolah.

Harga yang ditawarkan di Warung Sarapan Pagi Ni Pit juga sangat terjangkau bagi kalangan siswa SMA, untuk menu sarapan yang ditawarkan mulai dari harga Rp 5.000 - Rp7.000. Warung Sarapan Pagi Ni Pit juga menyediakan mie instan dengan harga Rp 6.000 – 8.000. Untuk aneka gorengan merata dengan harga Rp 1.000. Dengan harga dan makanan yang beragam tentunya siswa banyak yang tertarik untuk singgah dan membeli makanan di warung ini. 

Ni Pit mengelola warung dengan bantuan saudaranya dan Ni Pit sendiri yang biasanya membeli bahan-bahan ke pasar. Masih seperti rumah tangga biasa tetapi dengan penyajian yang luar biasa.  

“Kami tidak punya karyawan, tetapi dibantu oleh saudaru-saudara kami saja,” ujar Ega anak Ni Pit. 

Bahkan Ega juga sering membantu di warung dan kebetulan warung ini juga berlokasi di rumah Ni Pit itu sendiri.

Banyak warung makan atau sarapan pagi yang terdapat di Batusangkar, tetapi menurut saya hal yang penting untuk dapat bersaing dalam membangun usaha adalah branding atau hal yang bisa membuat suatu produk yang ditawarkan bisa melekat pada benak si pembeli. 

Terlebih untuk sebuah warung alangkah lebih baik jika si pemilik warung dapat mengubah konsumen yang sekedar pembeli menjadi pelanggan.

Warung Ni Pit dengan citra atau branding yang bagus, sampai sekarang ini memiliki banyak pelanggan dari berbagai kalangan seperti anak-anak sekolah, pegawai negeri sipil, dan masyarakat sekitar. 

“Kalau pulang kampung jangan lupa singgah ke warung mama ya” setidaknya itulah yang Ega katakan kepada saya dan teman-teman. 

Hal-hal seperti ini biasanya ditanggapi sebagai basa basi sebagai teman tetapi menurut saya warung-warung dapat memiliki pelanggan tetap karena mereka bisa menjaga hubungan baik dengan pelanggannya.

Dibalik branding yang warung Ni Pit punya, hal yang tidak dapat dilupakan begitu saja yaitu adalah kualitas produk yang ditawarkan atau yang diperjualkan. 

Aneka makanan dan minuman yang ditawarkan di warung Ni Pit mungkin juga ada diperjualbelikan di warung-warung lain, tetapi kualitas dari produk yang ditawarkan setiap warung itu berbeda-beda. 

Memiliki lokasi yang strategis, kualitas makanan dan minuman yang baik serta terjangakau, dan silaturahmi yang selalu terjalin dengan baik membuat Warung Sarapan Pagi Ni Pit mudah di rekomendasikan.

*Penulis: Fitrah Ihsan Ridha, Mahasiswa Manajemen Universitas Andalas
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »