Advertorial

Daerah

Ingin Berkumpul Keluarga? Waroeng Bebek H Slamet Solusinya

          Ingin Berkumpul Keluarga? Waroeng Bebek H Slamet Solusinya
Ingin Berkumpul Keluarga? Waroeng Bebek H Slamet Solusinya
BEBEK goreng atau ayam goreng umumnya termasuk menu favorite warga Indonesia. Banyak restoran atau pedagang kaki lima yang umumnya menggunakan menu bebek goreng dan ayam goreng. 

Salah satu nya ialah Waroeng bebek h slamet, salah satu tempat makan bebek goreng atau ayam goreng yang terenak di kota padang dengan konsep waralaba atau franchise. Lokasinya terletak di Jl. Diponegoro No.15, Belakang Tangsi, Kec. Padang Barat, Kota Padang.

Rumah makan Bebek goreng h slamet ini pertama kali dirintis oleh bapak H. Slamet Raharjo sejak tahun 1986 di Kartasuro, Solo, Jawa Tengah. 

Bebek goreng h slamet mulai menjerit dan sukses melewati berbagai rintangan hingga bisa menjadi sukses seperti sekarang ini. 

Berkembangnya rumah makan bebek goreng h slamet dengan melebarnya usaha ke kota kota lain. Salah satu cabang nya terletak di kota padang.

Banyak orang yang menilai bahwa waroeng bebek h slamet menjadi salah satu restoran makanan bebek goreng atau kuliner yang wajib di coba. 

“ Menu menu yang ada di waroeng bebek h slamet itu sangat recommended, baik bebek goreng nya, ayam gorengnya sampai ke varian minuman,” tutur seorang pembeli di restoran tersebut.

Waroeng bebek H Slamet memiliki kurang lebih ada 30 menu. Jumlah menu makanan nya kurang lebih ada 25, dan menu minuman kurang lebih ada 14 varian. 

Varian yang paling best seller di Waroeng bebek h slamet ialah Bebek Goreng Original, Bebek Goreng Sambal Ijo dan Bebek Goreng Kremes. 

“ Bagi kalian pencinta pedas harus wajib sih nyobain makanan makanan yang ada di waroeng bebek h slamet ini, bakalan ga nyesal nyobainnya,” menurut pelanggan. 

Makanan di waroeng bebek h slamet ini tidak hanya khusus untuk pencinta pedas, tetapi bagi yang tidak suka pedas bisa mencoba ayam goreng lado hijau atau bebek goreng lado hijau.

Salah satu strategi pemasaran yang dilakukan Waroeng bebek h slamet ialah melakukan pemasaran produk atau makanan dari restonya di media sosial, produk akan diunggah di media sosial seperti GoFood, ShopeeFood dan media sosial lainnya. 

Pada masa sekarang ini, kecanggihan teknologi dan informasi yang membuat masyarakat harus beradaptasi dengan suasana masa ini. Terlebih umumnya orang orang telah mempunyai HandPhone dan juga aplikasi media sosial. 

Jika mereka tidak sempat membeli di tempat atau sedang malas keluar rumah, mereka bisa memesan makanan waroeng bebek h slamet dari rumah. 

“Saya pernah lewat didepan restoran bebek goreng h slamet, sangat ramai tetapi saya belum pernah mencoba makan disana, dan saya ingin mencoba makanan disana karena terlihat enak dan tempatnya yang luas,” menurut seseorang yang belum pernah mencoba makan di Waroeng bebek H Slamet.

Dalam masa yang bisa dibilang masih pandemic, restoran sebaik mungkin memberikan kepercayaan kepada konsumen untuk makan di luar tetap bisa nyaman dan tetap menggunakan protokol kesehatan, salah satunya dengan menjaga jarak.

Waroeng h slamet buka setiap hari di jam 11.00 – 21.30, kecuali di hari jumat yang buka jam 14.00 – 21.30. Pelanggan dihari biasa waroeng h slamet bisa mencapai 50 orang.

Sedangkan pada hari libur bisa mencapai 80 orang lebih, karena di hari libur umumnya pengunjung berupa keluarga ,perkumpulan rekan kerja ataupun melakukan quality time bersama orang orang terdekat. 

Rata rata pengeluaran untuk makan disana kisaran Rp 120.000 per orang. Omset yang didapat bisa mencapai 450jt – 500jt. 

Omset yang didapatkan mencapai sebanyak itu disebabkan karena pelanggan yang sangat ramai setiap harinya terutama sore dan malam hari. Karena lokasi nya yang strategis dan mudah di jangkau oleh kalayak umum.

Perlu adanya strategi operasi yang konsisten untuk mencapai target pemasarannya . Dalam suatu restoran pasti memiliki target harga yang diberi kepada pelanggan dan juga pelanggan juga melihat apakah harga itu cocok dengan kualitas dan rasa yang diberikan. 

Oleh karena itu untuk harga di Waroeng h slamet bisa di bilang termasuk mahal bagi kantong para anak kost, ucap seorang pelanggan mengucapkan, “menurut saya makanan disana enak dan higenis, standart selera masyarat indonesia kalau cita rasa nya, dalam masalah harga menurut saya gak worth it buat kita yang pelajar atau mahasiswa/mahasiswi, cuma kalau untuk kalangan pekerja kantoran dan sebagianya mungkin akan sangat cocok.” 

Menu – menu di restoran tersebut untuk makanan di mulai dari harga Rp 25.000 – Rp 169.000 untuk paket keluarga. Potongan ayam pun juga mempengaruhi harga, misalnya untuk bagian paha harganya Rp 28.000, untuk potongan dada harganya Rp 30.000 dan juga ada ayam satu ekor yang cocok untuk menu atau paket keluarga yang harganya Rp 136.000. Dan juga untuk minuman dimulai dari harga Rp 9.000 – Rp 35.000. 

Selain itu, Waroeng bebek H slamet sering mengadakan promo makanannya, agar para konsumen bisa merasakan bagaimana cita rasa dan enaknya makanan yang ada di restoran tersebut.

Dibalik itu, hal yang terpenting dalam sebuah restoran ialah pelayanan dari restoran tersebut. 

“ Tapi kekurangannya dan gapernah diperbaiki dari dulu adalah pelayanannya yang sangat lama. Pas udah mesen nunggu, makanannya dibagiin per periode, yang pertama minuman dulu, beberapa menit kemudian lauknya, beberapa menit kemudian baru nasinya. Rentang waktunya relatif dan dominan lama. Gimana mau makan kalo nasi gaa ada, itusi kelemahan yg paling bikin kesel gapernah diperbaiki. Apalagi pas bulan puasa kemaren itu kami nunggu makan berjam jam," tutur seorang langganan di waroeng bebek H Slamet. 

Pelayanan itu memiliki tahta yang sangat penting, karena dari sana konsumen bisa menilai restoran tersebut. 

Tapi dibalik kelemahan tersebut, diganti kepuasan dengan cita rasa makannannya yg sangat enak. Cita rasa khas yang disajikan oleh waroeng bebek H slamet ini membuat para pelanggan ingin Kembali lagi. 

“ Mau balik lagi, sampe bisa tiap minggu balik kesana karna menunya enak-enak semua. Walaupun restorannya bebek tapi masi ada menu ayam kok dan juga enak,” ujar konsumen.

*Penulis: Yolanda Izzati Adra, Mahasiswa Manajemen Universitas Andalas.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »