Advertorial

Daerah

Kemarahan dan Ancaman Kapolri Listyo Sigit

          Kemarahan dan Ancaman Kapolri Listyo Sigit
Kemarahan dan Ancaman Kapolri Listyo Sigit
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan kepada seluruh jajarannya untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi sebaik-baiknya. 

Hal ini perlu dilakukan, guna mengembalikan kepercayaan masyarakat sebagaimana arahan yang diberikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Pernyataan tegas Sigit tersebut merupakan buntut dari skandal besar Polri baru-baru ini. 

Presiden Joko Widodo pun tergugah untuk memanggil dan memberikan arahan kepada jajaran Polri, Jumat (14/10) lalu.

"Arahan Pak Presiden sudah jelas kemarin dan saya kira ini adalah perintah dari pimpinan tertinggi yang harus dilaksanakan. Selanjutnya adalah bagaimana dilaksanakan dengan baik di lapangan, yang kurang jelas tanyakan sehingga kemudian tidak ada keraguan lagi, hindari pelanggaran, perbanyak perbuatan baik dan prestasi," katanya di Jakarta, Rabu (19/10).

Skandal tersebut adalah kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang, hingga kasus dugaan pengedaran narkotika oleh Irjen Teddy Minahasa.

Dirangkum merdeka.com, ultimatum dan harapan Sigit untuk institusi Polri sebagai berikut:

Kemarahan Sigit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, Polri membutuhkan soliditas, rasa keprihatinan bersama, saling bantu dan bahu-membahu mulai dari tingkat polsek sampai Mabes Polri untuk terus menjalankan tugas melindungi, mengayomi dan melayani dengan baik di tengah situasi yang sulit yang dihadapi saat ini.

Meski begitu, jenderal bintang empat itu mengingatkan kepada 450 ribu lebih personel Polri untuk terus tetap menjalankan tugasnya secara maksimal dan mengukir prestasi-prestasi yang bisa membanggakan Polri hingga Bangsa dan masyarakat Indonesia.

"Tanamkan selalu ini sebagai ibadah dan saya yakin kalau semua personel kompak bareng-bareng, sama-sama dari polsek sampai Mabes melakukan hal yang sama, harapannya dalam waktu cepat Polri bisa segera pulih," terangnya.

Sigit menegaskan, siapapun yang tidak memiliki komitmen dan semangat yang sama, dipersilahkan untuk keluar dari "gerbong" Polri.

"Ini tentunya harus menjadi komitmen dan saya minta terhadap hal ini sama-sama, gerbong sama jadi kalau tidak bisa mengikuti hal ini pilihannya silahkan keluar dari gerbong atau saya yang keluarkan," ungkapnya seperti dilansir dari Antara.

Sigit menambahkan, perbaikan institusi Polri menjadi lebih baik sudah menjadi tugas bersama seluruh insan Bhayangkara, dengan membangun soliditas dan sinergi.

"Ini tugas kita, ini menjadi perhatian seluruhnya, tapi saya yakin dengan kerja keras, dengan kekompakan, dengan semangat soliditas, kita semua mampu untuk mengatasi hal tersebut," tutupnya.

Jokowi meminta Polri dapat mengembalikan kepercayaan, melindungi, dan mengayomi masyarakat secara betul-betul. 

Selain itu, kepada seluruh anggota Polri juga diminta hilangkan bergaya hidup glamor, hedonisme, mewah dan harus punya sense of crisis. Intinya raih kembali kepercayaan masyarakat.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Santoso menanggapi ucapan yang digaungkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit sebagai langkah tegas.

Sugeng mengatakan, makna dari ucapan Sigit tersebut berlaku terhadap semua personel Polri.

"Ucapan Kapolri bermakna bahwa bagi anggota Polri baik perwira tinggi, menengah maupun perwira pertama yang tidak tegak lurus kepada perintah Kapolri dan taat aturan dipersilakan keluar," katanya saat dihubungi, Kamis (20/10).

Selain itu, menurutnya, ucapan dari jenderal bintang empat tersebut tak main-main. Bahkan, Sigit tak ragu untuk melakukan pemecatan.

"Tapi, kalau membandel maka akan ditindak dengan dipecat," tutupnya.

Sumber: Merdeka.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »