Advertorial

Daerah

Aksi Tipu-tipu Geng Sambo di Persidang Kasus Yosua Bikin Pakar Psikologi Forensik Geleng-geleng: Semua Keterangan Mereka Kelam!

          Aksi Tipu-tipu Geng Sambo di Persidang Kasus Yosua Bikin Pakar Psikologi Forensik Geleng-geleng: Semua Keterangan Mereka Kelam!
Aksi Tipu-tipu Geng Sambo di Persidang Kasus Yosua Bikin Pakar Psikologi Forensik Geleng-geleng: Semua Keterangan Mereka Kelam!
BENTENGSUMBAR.COM - Ahli Forensik Reza Indragiri menyoroti sejumlah kebohongan yang dilakukan sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua  Hutabarat (Brigadir J). 

Menurut Reza, kebohongan saksi yang pro kubu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sangat kentara terlihat dalam persidang, hal ini tampak dari cara  berpikir mereka yang disebutnya sangat seragam, begitupula artikulasi serta pemilihan diksi yang disampaikan kepada  hakim juga rata-rata serupa. 

Parahnya kata dia, para saksi ini kompak menjelek-jelekan Brigadir J.

“Dan “kelupaan” yang sama untuk menyebut satu kebaikan pun tentang Yoshua. Filter mentalnya seragam, semua isi keterangan mereka pun kelam,” kata Reza kepada wartawan Jumat (11/11/2022).

Reza melanjutakan, kaki tangan Ferdy Sambo yang dihadirkan dalam persidang berupaya  keras membenarkan rumor pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah. 

Dimana aksi pelecehan ini disebut-sebut sebagai pemicu pembunuhan di Duren Tiga, Jakarta Selatan itu.

“Terlepas apakah profiling itu benar atau tidak. Dan sifat-sifat buruk Yoshua itulah yang seolah membenarkan bahwa Yoshua telah melakukan kekerasan seksual,” ujarnya.

Reza mengaku sangat menyangkan hal ini sebab dengan kesaksian dan berbagai skenario kebohongan yang dipertontonkan  dalam sidang, maka nama baik Brigadir J semakin hancur,  seharusnya kata dia, martabat Brigadir J dipulihkan, bukan justru diframing dengan hal-hal buruk.

“Betapa menyedihkannya andai profiling hanya menjadi ajang re-viktimisasi (menjadi korban kembali Putri) terhadap Yosua. Sudah jatuh ditimpakan tangga pula. Sudah ditembak mati, lalu disebut menembak teman, bukan dipulihkan martabatnya, tapi kini justru dipotret dengan sedemikian jeleknya,” tandas Reza.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »