Advertorial

Daerah

Gempa Terkini Menggoyang Purwakarta, BMKG: Aktivitas Sesar Cirata

          Gempa Terkini Menggoyang Purwakarta, BMKG: Aktivitas Sesar Cirata
Gempa Terkini Menggoyang Purwakarta, BMKG: Aktivitas Sesar Cirata
BENTENGSUMBAR.COM - BMKG masih mencatat gempa di Purwakarta hingga pukul Senin dinihari, 14 November 2022, menjelang pagi, atau tepatnya pukul 02.41 WIB. Gempa pertama atau utama terjadi berkekuatan M4,1 pada Minggu malam pukul 22.41 WIB.

Gempa terkini terukur berkekuatan Magnitudo 2,8 dengan skala intensitas II MMI atau hanya membuat bergoyang benda-benda ringan yang tergantung. Pusat gempa ini juga berada di darat, seperti Minggu malam, pada kedalaman lima kilometer.

Kalau pada Minggu malam episentrumnya disebutkan di darat, 21 kilometer barat daya Kabupaten Purwakarta, gempa yang terkini dari 21 kilometer barat laut Kabupaten Bandung. 

Di antara keduanya juga terjadi sekali gempa, kekuatannya M3,3 dan bisa dirasakan di Purwakarta dan Bandung Barat.

"Dipicu aktivitas sesar Cirata," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, lewat akun media sosial Twitter.

Dari gempa yang pertama sampai ketiga, kekuatannya semakin lemah dan luas wilayah yang bisa merasakannya berkurang. Pada gempa pertama, BMKG mencatat intensitas guncangan sampai ke Cianjur, Subang dan Bekasi. 

Guncangan terkuat skala III MMI (getaran di dalam rumah seakan truk melintas) terbukti bisa sangat dirasakan, seperti yang dituturkan satu warga di akun media sosial Twitter, "Di Lembang (Bandung Barat) kerasa banget ya Allah."

Rangkaian gempa darat yang menggetarkan Bandung, Purwakarta dan sekitarnya itu terjadi menyusul gempa yang terjadi dari laut di selatan Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu malam pukul 22.10 WIB. Gempa ini diukur BMKG berkekuatan M5,1.

Guncangannya bisa dirasakan di daerah Cilacap dan Kebumen di Jawa Tengah, serta Garut Selatan dan Tasikmalaya di Jawa Barat, dengan skala intensitas II-III MMI. 

"Gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia,” kata Daryono, menerangkan pemicunya.

Menurut hasil pemodelan BMKG pada saat itu diketahui gempa tidak berpotensi tsunami.

Sumber: Tempo.co 
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »