| Kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rumah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dikabarkan menjadi sasaran rudal Iran. |
Kabar mengejutkan datang dari jantung permusuhan, di mana kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rumah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dikabarkan menjadi sasaran rudal Iran.
Jika terbukti benar, ini adalah eskalasi terbesar dalam sejarah konflik kedua negara.
Laporan awal mengklaim bahwa Iran menyerang kediaman Netanyahu, yang diduga menewaskan saudara laki-lakinya.
Rumah Ben Gvir juga dilaporkan terkena serangan, menyebabkan dirinya mengalami luka serius, sementara putra Menteri Keuangan Israel dikabarkan dalam kondisi kritis.
Verifikasi masih berlangsung.
Scott Ritter dan Media Afiliasi IRGC
Informasi mengejutkan ini pertama kali mengemuka dari mantan inspektur senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Scott Ritter.
Dalam sebuah program siaran, Ritter menyebut bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang balasan besar Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei, dalam operasi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Ritter menggambarkan serangan rudal tersebut sebagai operasi presisi berbasis intelijen yang berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.
Ia mengklaim salah satu rudal menghantam langsung rumah keluarga Netanyahu di kota pesisir Caesarea, yang diduga mengakibatkan kematian Iddo Netanyahu, seorang penulis drama sekaligus adik dari Perdana Menteri.
Ritter juga mengklaim rudal lain menghantam rumah Ben Gvir, menyebabkan luka serius dan membakar bangunan tersebut.
Pihak berwenang Israel sebelumnya menyatakan bahwa cedera yang dialami Ben Gvir terjadi akibat kecelakaan mobil.
Namun, Ritter menolak penjelasan itu dan secara sarkastis menyebut kemungkinan "mobil menabrak rumah yang sedang terbakar," yang menurutnya mengindikasikan upaya menutupi kerusakan akibat rudal.
Klaim serupa juga beredar di media sosial dan beberapa platform berita.
Tasnim News Agency, media yang disebut-sebut dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), juga mempublikasikan spekulasi serupa dengan merujuk pada pernyataan Ritter yang dikutip melalui media Rusia.
Media Arus Utama: Belum Ada Konfirmasi
Namun, di sisi lain, sejumlah media arus utama melakukan verifikasi dan menyebut klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hindustan Times dalam laporan fact-check-nya menegaskan bahwa tidak ada laporan atau konfirmasi resmi yang menyatakan kediaman Ben Gvir di Tel Aviv menjadi sasaran serangan udara.
Juga tidak ada laporan mengenai serangan terhadap Iddo Netanyahu. Media itu mengonfirmasi bahwa klaim yang beredar adalah hoax.
Beberapa unggahan menyebut media Israel melaporkan secara palsu bahwa Ben Gvir terlibat dalam kecelakaan mobil untuk menyembunyikan cedera akibat serangan rudal.
Namun pada kenyataannya, Ben Gvir pernah terlibat kecelakaan mobil pada April 2024 di Ramle, Israel, dan tidak ada laporan kecelakaan baru-baru ini.
The Jerusalem Post juga melaporkan bahwa media Iran menyebarkan teori konspirasi tentang kematian atau cedera Netanyahu.
Laporan itu menyusun serangkaian poin situasional, termasuk tidak adanya klip video terbaru Netanyahu, laporan media Ibrani tentang peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, dan penundaan kunjungan yang dijadwalkan oleh utusan AS.
Kantor Perdana Menteri Netanyahu sendiri telah mengeluarkan pernyataan yang menolak laporan Iran mengenai kerusakan atau korban di pihak Netanyahu.
Pemerintah Israel menyebut klaim tersebut sebagai disinformasi yang disengaja dan menegaskan bahwa Netanyahu tetap aman serta terus memimpin operasi militer.
Korban di Pihak Lain: Putra Smotrich Terluka
Di tengah simpang siur informasi ini, ada satu kabar yang terkonfirmasi terkait korban dari kalangan keluarga petinggi Israel.
Putra Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dilaporkan terluka dalam serangan roket di perbatasan Lebanon.
Dalam unggahan di platform X, Smotrich mengonfirmasi bahwa putranya, Benya Hebron, termasuk di antara delapan tentara yang terluka dalam serangan mortir di perbatasan Lebanon pada Jumat lalu.
Pecahan peluru menembus punggung dan perut putranya sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.
Peningkatan Keamanan di Sekitar Petinggi Zionis
Sejak perang pecah, aparat keamanan Israel meningkatkan pengamanan di sekitar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem yang diduduki.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Badan keamanan dalam negeri Shin Bet juga memperketat pengawasan dan menambah perlindungan bagi sejumlah pejabat senior Israel.
Israel mengambil langkah tersebut setelah konflik dengan Iran memicu ancaman serangan langsung maupun tidak langsung terhadap para pemimpin negara.
Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, mulai mengerahkan drone untuk mengawasi kediaman Netanyahu.
Lembaga itu juga meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi tersebut.
Shin Bet kemudian memperkuat perlindungan bagi sejumlah pejabat senior Israel.
Beberapa anggota kabinet keamanan bahkan diberi kendaraan lapis baja sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah Israel mengambil langkah tambahan untuk melindungi keluarga para menteri senior.
Sejumlah keluarga dipindahkan dari rumah mereka ke apartemen yang diperkuat.
Sebagian lainnya untuk sementara ditempatkan di hotel demi alasan keamanan.
Fakta dan Disinformasi?
Di tengah hiruk-pikuk perang, informasi menjadi senjata yang tak kalah penting.
Klaim tentang serangan rudal Iran ke kediaman Netanyahu dan rumah Ben Gvir masih menyisakan tanda tanya besar.
Laporan awal dari Scott Ritter dan media afiliasi IRGC mengklaim Iran berhasil menyerang kediaman Netanyahu dan rumah Ben Gvir, menewaskan Iddo Netanyahu (saudara PM) dan melukai serius Ben Gvir.
Media arus utama seperti Hindustan Times, Times Now, dan The Jerusalem Post melakukan fact-check dan menyimpulkan bahwa klaim tersebut adalah hoax atau belum dapat diverifikasi. Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel.
Putra Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dikonfirmasi terluka dalam serangan roket di perbatasan Lebanon.
Peningkatan keamanan di sekitar kediaman Netanyahu dan para petinggi Israel memang benar terjadi, namun itu adalah langkah antisipasi standar di tengah perang.
Satu hal yang pasti, perang informasi ini akan terus berlanjut seiring dengan belum usainya konflik.
Publik dunia hanya bisa menunggu dan berharap verifikasi lebih lanjut dari sumber-sumber terpercaya. (*)
Sumber: Viva.co.id
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »