Advertorial

Daerah

Pakar Psikologi Forensik Yakin Ada Unsur Pembunuhan di Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres

          Pakar Psikologi Forensik Yakin Ada Unsur Pembunuhan di Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres
Pakar Psikologi Forensik Yakin Ada Unsur Pembunuhan di Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres
BENTENGSUMBAR.COM - Penyebab kematian satu keluarga di Kalideres semakin mengerucut, setelah kepolisian mendapat keterangan saksi yang melihat salah satu korban sudah meninggal pada Mei 2022. 

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai keterangan ini dapat mengarahkan penyidik terkait penyebab kematian satu keluarga di dalam rumah perumahan Citra Garden 1 Extension Kalideres, Jakarta Barat.

Menurut Reza penyebab kematian mengerucut dua dugaan, yakni pembunuhan dan bunuh diri. 

Dugaan pembunuhan ini bisa dikaitkan dengan peran pihak lain yang ada dalam rumah tersebut untuk tidak memberikan akses untuk hidup terhadap korban lain. 

"Orang lain yang dilibatkan dalam proses menghilangkan nyawa tetap dikategorikan pembunuhan," ujar Reza di program Sapa Indonesia Malam, Selasa (22/11/2022).

Lebih lanjut Reza menilai dalam mengungkap pembunuhan ini diperlukan ahli autopsi psikologi.

Hal ini untuk mengetahui kondisi berpikir, perasaan dan prilaku empat korban sebelum meninggal dunia. 

Terlebih anak korban mengaku sempat menyatakan kepada saksi bahwa sang ibu masih hidup meski sudah dalam keadaan meninggal dan mengeluarkan bau busuk. 

"Informasi yang digali bisa dari orang-orang sekitar, catatan harian, rekening bank, catatan medis bila ada semua informasi ini dikumpulkan untuk menemukan benang merah terkait kasus," ujar Reza.

Sebelumnya kepolisian menemukan fakta baru dari kasus satu keluarga tewas di Kalideres yakni Reni Margareta (68) sudah meninggal sekitar bulan Mei 2022.

Fakta ini diketahui dari pendalaman dua ponsel milik keluarga dan ditemukan adanya komunikasi dengan pegawai koperasi simpan pinjam.

Pada Mei 2022, saksi ingin bertemu dengan Reni Margareta yang namanya tertulis sebagai pemilik rumah. 

Namun, saat itu mereka ditemui oleh anak Reni Margareta bernama Dian. Dian mengatakan jika ibunya sedang tidur di kamar.

Pegawai koperasi simpan pinjam ini mendatangi rumah korban terkait proses pegadaian sertifikat rumah.

Saat diajak ke kamar, saksi melihat Reni Margareta sudah meninggal dunia, namun Dian mengaku ibunya masih hidup dan tetap diberi asupan. 

"Saat pegawai koperasi di dalam kamar menyampaikan bahwa ibunya sudah jadi mayat, Dian jawab ibu saya masih hidup, tiap hari saya berikan minum susu, sambil disisir dan rambutnya rontok semua," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, Senin (21/11/2022).

Sumber: Kompas TV
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »