Advertorial

Daerah

Pengakuan Ismail Bolong Berujung Kabareskrim Dilaporkan ke Propam

          Pengakuan Ismail Bolong Berujung Kabareskrim Dilaporkan ke Propam
Kolase Foto: Aiptu Ismail Bolong dan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Pengakuan Ismail Bolong Berujung Kabareskrim Dilaporkan ke Propam.
BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto dilaporkan ke Propam oleh Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi Iwan Sumule soal dugaan gratifikasi atau suap dari bisnis tambang ilegal.

Iwan mengatakan langkah tersebut diambil pihaknya usai mengetahui pengakuan seorang purnawirawan polri berpangkat Aiptu, Ismail Bolong yang ramai beberapa waktu terakhir.

Dalam video itu, Ismail mengaku sempat menyerahkan uang senilai Rp6 miliar kepada Agus atas bisnis tambang ilegal di wilayah Desa Santan Hulu, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Kami memohon kepada Kepala Kadiv Propam Mabes Polri agar mengusut tuntas dugaan pelanggaran Kode Etik yang diduga dilakukan oleh anggota Polri demi menjaga citra serta nama baik institusi Polri," ujarnya di gedung Bareskrim Polri, Senin (7/11).

Lebih lanjut, Iwan juga meminta agar Propam Polri menindaklanjuti hasil pemeriksaan Ismail terkait bisnis yang ia lakukan saat masih aktif di Polresta Samarinda. Ismail diketahui kini telah pensiun sejak Juli lalu.

"Bahwa pengakuan tersebut bukan pengakuan biasa saja, melainkan sebuah pengakuan yang menyeret nama seorang pejabat tinggi di lingkungan Mabes Polri," tuturnya.

Kekinian, Ismail Bolong meralat pernyataannya soal penyerahan uang hasil kegiatan tambang ilegal di Kalimantan Timur senilai Rp6 miliar kepada Kabareskrim.

Dalam video terbarunya, Ismail justru menyampaikan permintaan maaf kepada Agus. 

Ia mengaku membuat video sebelumnya karena di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat sebagai Karopaminal Polri.

Dia mengaku heran video itu kembali ramai saat ini. Di video terbaru, dia mengaku tak pernah bertemu, apalagi memberikan uang kepada Kabareskrim.

"Jadi dalam hal ini saya klarifikasi. Saya tak pernah berikan uang kepada Kabareskrim, apalagi bertemu Kabareskrim," kata Ismail dalam video terbarunya.

Sementara itu kuasa hukum Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat mengaku tidak tahu-menahu soal klaim Ismail Bolong yang menyeret kliennya itu.

"Saya enggak tahu dan enggak pernah ngobrol soal itu dengan Hendra," kata Henry kepada CNNIndonesia.com, Minggu (6/11).

Sumber: CNN Indonesia 
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »