Advertorial

Daerah

Pentingnya Sertifikasi Wartawan Dibahas Pada FGD yang Digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar

          Pentingnya Sertifikasi Wartawan Dibahas Pada FGD yang Digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar
Pentingnya Sertifikasi Wartawan Dibahas Pada FGD yang Digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Sertifikasi bagi wartawan itu penting. Sertifikasi itu menunjukan kemampuan atau kompetensi seorang wartawan. Ketika dia lulus ujian sertifikasi, disaat itu pula dia dinyatakan sebagai wartawan berkompeten.

Demikian ditekankan Heranof Firdaus bin Amriel, mantan Ketua PWI Sumbar dan Pemimpin Redaksi Minangsatu.com, ketika menjadi narasumber pada Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada Jumat, 18 November 2022.

Tak hanya Heranof Firdaus bin Amriel, Eko Yance Edrie, Pemimpin Redaksi Harian Khazanah juga bertindak sebagai narsumber kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Novrial itu.

Sementara Mak Pen Gusfen Khairul bertindak sebagai moderator. FGD diikuti oleh 20 orang peserta dari berbagai media, baik cetak maupun online.

Heranof bercerita panjang soal awal mula ide sertifikasi wartawan ini. Ide itu kemudian dituangkan dalam bentuk Peraturan Dewan Pers No. 1 tahun 2010, yang diperbarui dengan Peraturan Dewan Pers No. 4 tahun 2017 tentang Sertifikasi Kompetensi Wartawan.

Menurut Heranof, produk jurnalistik adalah karya intelektual, sehingga proses mulai dari menggali informasi sampai menyiarkan dalam bentuk berita harus selalu melalui kerja serius, berdasarkan fakta, dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kalaupun ada yang menggugat, penyelesaiannya secara intelektual pula.

Namun dalam perjalananz kata Heranof, ada juga pihak yang menggugat Dewan Pers agar membatalkan peraturan tentang sertifikasi sekaligus juga verifikasi media karena dianggap melanggar kemerdekaan pers.

Sementara itu, Eko Yance Edrie menegaskan, karya akhir seorang wartawan adalah menulis buku. Ia mengutip perkataan beberapa orang tokoh pers.

"Jadi, akhirnya seorang wartawan harus mampu menulis buku. Buku itu adalah peninggalan baginya selama menjadi wartawan," kata Eko.

Sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Novrial berharap kegiatan tersebut bermanfaat, tidak hanya bagi wartawan sebagai peserta, tetapi bagi instansi yang dia pimpin.

"Alhamdulillah, acara yang sudah kita persiapkan beberapa waktu dapat kita laksanakan. Terimakasih atas peran aktif dari kawan-kawan yang telah membantu telaksananya acara ini," kata Novrial.

Menurutnya, ada imbal balik dari kegiatan ini yang dapat dilakukan media. Misalnya, mensurvei konten berita atau informasi, memberi ruang lebih untuk tulisan berat dan ringan, mengangkat tema prioritas daerah dalam pemberitaan, mengangkat tema orientasi literasi dan network. (by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »