Advertorial

Daerah

Polisi Tangkap Selebgram Makassar Terkait Prostitusi Online, Sekali Main Rp2 Juta

          Polisi Tangkap Selebgram Makassar Terkait Prostitusi Online, Sekali Main Rp2 Juta
Polisi Tangkap Selebgram Makassar Terkait Prostitusi Online, Sekali Main Rp2 Juta
BENTENGSUMBAR.COM - Polisi menangkap dua selebgram Makassar terkait prostitusi sebuah Hotel di Jln Sultan Hasanuddin Kec. Ujung Pandang Kota Makassar, pada Jumat 11 November 2022 sekira pukul 22.25 Wita.

Dua selebgaram itu berinisial DN (23) dan PI (20). Selain keduanya, Polisi juga menangkap dua mucikari bernisial IS (25) dan F (32). Kedua mucikari ini mencari pelanggan untuk untuk dua selebgram tersebut. 

Polisi mengungkap tarif keduanya sekitar Rp 2 juta untuk sekali ngamar atau kencan.

Kanit Resmob Polda Sulawesi Selatan, Kompol Dharma Negara menuturkan, anggota berhasil mengidentifikasi keberadaan selebgram dan mucikarinya, di sebuah Hotel Kota Makassar.

Baik DN maupun PI diketahui difasilitasi oleh IS untuk bertemu dengan calon pelanggannya dengan menghubungi F. 

Lalu memasang tarif sebesar Rp2 juta, dengan pembagian F mendapatkan upah senilai Rp 200 ribu.

Pelaku dan korban yang berhasil diamankan beserta barang bukti dan dibawa ke posko dan barang bukti seperti. 

Barang bukti yang disita diantaranya satu Hp Merk Xiaomi Redmi A 10 Warna Grey. 

Satu HP Merk Vivo Warna Biru, dan satu HP Merk Iphone 11 Pro Wama Grey. Serta satu buah Hp Merk Vivo Warna. 

Semua barang bukti itu diserahkan ke Subdit Renakta Ditreskrimum guna Penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil interogasi, IS mengakui perbuatannya telah melakukan tindak pidana perdagangan orang, dengan cara memasarkan DN dan Pl kepada pelanggan.

"IS menerima calon pelanggannya menggunakan aplikasi Whats App dengan mematok tarif sebesar Rp 2 juta," ujar Kompol Dharma. 

Lanjut Kompol Dharma, IS menerangkan, dia menelfon F untuk mempertemukan calon pelanggannya kepada DN karena dia masih ada pekerjaan.

"F memasang tarif sebesar Rp2 juta tanpa sepengetahuan DN," lanjutnya.

Adapun kedua korban mengaku tidak mengetahui berapa tarif yang ditetapkan oleh F untuk melayani calon pelanggannya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, petugas melakukan penyelidikan terkait perempuan-perempuan yang telah diperdagangkan IS.

Sumber: FIN.CO.ID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »