SUMBAR

Politisi Ini Sebut Ada Dua Pejabat di Indonesia yang Di-Blacklist Mega: Satunya Mantan Presiden

          Politisi Ini Sebut Ada Dua Pejabat di Indonesia yang Di-Blacklist Mega: Satunya Mantan Presiden
Politisi Ini Sebut Ada Dua Pejabat di Indonesia yang Di-Blacklist Mega: Satunya Mantan Presiden
"Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan. Tetapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

Imam Ali Kwh

BENTENGSUMBAR.COM - Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Panda Nababan mengatakan bahwa terdapat dua pejabat di Indonesia yang masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) Mantan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

"Jadi dalam percaturan politik ada dua yang Mega tidak tertarik untuk salaman. Pejabat di Indonesia, satu Amien Rais Ketua MPR engga ada dia mau bersalaman dia. Kedua, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), engga ada itu dalam kamus dia," ujar Panda dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club dikutip Sabtu (26/11/2022).

Panda mengatakan, ketidaktertarikan Mega bukanlah dilandaskan kepada dendam, melainkan karena adanya kepahitan yang dilakukan oleh Ketua MPR kala itu dengan adanya poros tengah. 

"Dibelahlah dia (Mega) dengan Gus Dur dengan legalisasi poros tengah, di situ Mega merasa ditikam, Mega merasa dikhianati waktu itu," ujarnya. 

Sementara, yang terjadi pada presiden ke-6, yaitu SBY, karena pria kelahiran Pacitan tersebut dinilai tidak jujur kepada Mega.

Pasalnya, pada tahun pertama menjabat, SBY sangat ingin bertemu dengan Mega. 

Namun, sebelum dapat menemuinya, Mega memberikan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh SBY.

Panda mengatakan, dirinya yang ditugaskan untuk memberikan pesan tersebut ke Presiden SBY kala itu, tetapi dari lima pertanyaan yang dilontarkan tak satupun yang dijawab olehnya.

"Pak SBY dia tak menjawab, sudah dua jam tidak ada jawaban sama sekali atas pertanyaan itu," ucapnya.

Adapun beberapa pertanyaan yang diajukan di antaranya adalah mengenai ungkapan yang menyebut Mega berasal dari comberan, ungkapan SBY sebelum mencalonkan diri sebagai Presiden dan menyatakan tidak akan maju.

Kemudian, terkait kebenaran pembentukan Partai Demokrat dilakukan di kantor Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), dan ungkapan SBY kepada Mega yang ingin menjadi wakil presiden.

"Setelah itu aku lapor sama Mega ke Bali, Mega mengatakan 'itulah Panda kalau pembohong, bagaimana dia bisa jujur berterus terang'," ungkapnya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BentengSumbar.com di Google News
Silahkan ikuti konten BentengSumbar.com di Instagram @bentengsumbar_official, Tiktok dan Helo Babe. Anda juga dapat mengikuti update terbaru berita BentengSumbar.com melalui twitter: