Mega Gemas ke Pihak Main Intimidasi, Fahri Hamzah: Ini yang Saya Cemaskan

Mega Gemas ke Pihak Main Intimidasi, Fahri Hamzah: Ini yang Saya Cemaskan
Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Fahri Hamzah.
BENTENGSUMBAR.COM
- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir ada pihak yang melakukan intimidasi seperti era Orde Baru. 

Menanggapi itu, jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah, mengaku cemas dan menyarankan para tokoh bangsa senior tidak perlu masuk dalam konflik yang berkaitan dengan pemilu.

"Ini yang saya cemaskan. Sebaiknya para senior bangsa ini tidak perlu ditarik dalam konflik pemilu. Mereka harusnya adalah cadangan bagi persatuan nasional. Mereka harusnya ada dalam posisi penjaga irama permainan agar tetap dingin," kata Fahri kepada wartawan, Selasa (28/11/2023).

Fahri mengatakan para presiden dan wakil presiden yang pernah menjabat perlu dijaga sebagai simbol persatuan bangsa. 

Dia menyebut partainya mengusulkan agar capres dukungannya, Prabowo Subianto, membangun kantor khusus bagi presiden dan wakil presiden yang pernah menjabat.

"Saya tidak bicara tentang beliau saja, tetapi tentang semua mantan presiden dan wakil presiden. Mereka harus kita jaga sebagai simbol dari persatuan kita," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Gelora itu.

"Kami di Partai Gelora mengusulkan kepada Pak Prabowo bahwa nanti kalau beliau jadi presiden, maka semua mantan presiden dan wakilnya itu harus diberikan kantor khusus, yaitu kantor mantan presiden dan wakil presiden, yang harus terus terlibat dalam proses rekonsiliasi nasional. Kita memerlukan sebuah bangsa yang bersatu dan terus maju, apalagi menjelang 100 tahun Indonesia merdeka," imbuhnya.

Fahri menilai Megawati merupakan figur ibu bangsa. Dia memandang semua pihak justru seharusnya menahan diri agar tak berhadapan dengan Megawati.

"Ibu Mega adalah ibu bangsa. Semua orang harus menahan diri agar beliau tidak dalam posisi berhadapan," ujar Fahri.

Megawati diketahui menyindir adanya pihak yang melakukan intimidasi seperti era Orde Baru ketika menghadiri Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud di Kemayoran Jakarta Pusat. 

Ia tidak menyebut siapa yang disindirnya, namun ia memintanya untuk insyaf.

"Kalau mulai sekarang dikelompok-kelompokkan, aduh, mabuk saya. Coba bayangin ya, lha kok mengintimidasi? Lha dia itu siapa sih? Ya iyalah," kata Megawati yang disambut teriak "lawan!" oleh relawan di arena Rapat Koordinasi Nasional ini, Senin (27/11).

Megawati tampak penuh semangat mengungkapkan kalimat-kalimat yang diucapkannya. 

Ia kemudian kembali menyindir seseorang tanpa menyebut namanya.

"Ya iyalah. Kalau dia berani, lho kenapa saya ndak boleh? Kamu mesti lihat perundangannya, kamu sebagai apa. Bolehkah kamu menekan rakyatmu? Bolehkan kamu memberikan apa pun juga kepada rakyatmu tanpa melalui perundangan yang ada di Republik Indonesia ini?" kata Megawati.

Sumber: detikcom 

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »