Pengamat hukum dan sekaligus politisi senior, Dr Ahmad Yani menyatakan bahwa pengadilan kasus Tom Lembong itu masuk dalam kategori pengadilan politik. |
Hal itu adalah adanya kenyataan bahwa apa yang didakwaan oleh jaksa gagal dibuktikan.
‘’Pertama adanya kenyataan bahwa Tom Lembong yang pada awalnya dituduh merugikan negara ratusan milyar, ternyata tidak ada dalam dakwaan jaksa. Yang ada hanyalah tuntutan pidana 7 tahun penjara dan tuntutan membayar uang denda sebesar Rp 750 juta. Lalu kemana perginya tuntutan yang dahulu disebut mencapai ratus milyar itu,’’ kata Ahma Yani dilansir dari KBA News, Senin, 13 Juli 2025.
Melihat fakta itu, lanjut Yani maka memang sudah nyata bila jaksa gagal membuktikan adanya kerugian keuangan negara.
Dan juga di persidangan kini terbukti bahwa tidak ada uang yang mengalir kepada Tom Lembong atau keluarganya terkait kasus impor gula periode 2015-2016.
Bagaimana dengan dakwaan jaksa bahwa Tom Lembong menguntungkan pihak lain dalam kasus impor tersebut? Menjawab soal ini Yani mengatakan, di setiap kebijakan yang berkaitan dengan bisnis atau kegiatan ekonomi pasti ada pihak yang mendapat keuntungan.
"Hal ini karena setiap usaha pasti ditujukan untuk mencari keuntungan.”
‘’Nah, dalam hal ini sekarang sebenarnya jaksa penuntut umum melihat motif atau mens rea (niat jahatnya) terkait kebijakan impor gula itu. Maka kalau tidak ada maka sesungguhnya Tom Lembong oleh jaksa harus dituntut bebas,’’ tegasnya Yani.
Apalagi, ungkap Yani, apa yang dilakukan Tom Lembong terkait kebijakan impor gula tersebut dalam fakta persidangan diketahui telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Bahkan telah pula dibahas dalam rapat kabinet.
Melihat kenyataan tersebut, Yani kemudian menyatakan bahwa pengadilan kasus Tom Lembong itu masuk dalam kategori pengadilan politik.
"Kasus Tom Lembong ini tidak dapat dipisahkankan dari kompetisi politik pencalonan Anies Baswedan pada Pemilu 2024."
‘’Semua tahu bahwa memang ada kemungkinan akan dikaitkan dengan sosok Anies Baswedan. Ini karena Jokowi sudah membidik Anies Baswedan sejak lama seperti yang dikemukakan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto,’’ tandas Ahmad Yani. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »