Bareskrim Turun Tangan, Usut Sindikat Narkoba Penyuplai Sabu ke Sopir Taksi Online Pelaku Rudapaksa

Bareskrim Turun Tangan, Usut Sindikat Narkoba Penyuplai Sabu ke Sopir Taksi Online Pelaku Rudapaksa
Bareskrim Polri mengambil alih penanganan kasus aksi rudapaksa yang dilakukan sopir taksi online (taksol) berinisial FG (49) terhadap seorang perempuan di Tol Kunciran, Tangerang, Banten. 
BENTENGSUMBAR.COM - Bareskrim Polri mengambil alih penanganan kasus aksi rudapaksa yang dilakukan sopir taksi online (taksol) berinisial FG (49) terhadap seorang perempuan di Tol Kunciran, Tangerang, Banten.


Usut punya usut, ternyata pelaku dalam kondisi pengaruh narkotika jenis sabu saat melakukan aksi bejatnya.


Hal itu diakui FG dalam pemeriksaan penyidik. FG mengakui seluruh perbuatannya, termasuk penggunaan sabu dan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan sepanjang perjalanan.


Oleh karenanya, kasus itu diambil alih Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Hal itu guna membongkar sindikat atau pemasok barang haram tersebut kepada FG.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa penanganan kasus narkoba FG kini sepenuhnya di bawah Dittipidnarkoba.


“Saat ini telah diambil alih penanganan kasus narkobanya oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujar Brigjen Eko, Jumat (28/11).


Ia menyebut, FG diduga mendapat suplai sabu dari sebuah jaringan narkoba.


Untuk membongkar jalur suplai sabu yang dipakai FG sebelum melakukan pemerkosaan, Bareskrim menurunkan Tim Gabungan dalam operasi besar.


“Kami menurunkan Tim Gabungan yang terdiri dari Satgas NIC yang dipimpin Kombes Zulkarnain Harahap dan Kombes Awaludin Amin serta Subdit IV yang dipimpin Kombes Handik Zusen,” jelas Eko.


Eko membeberkan, kerja tim tersebut mulai membuahkan hasil. Beberapa orang yang diduga bagian dari jaringan pengedar telah ditangkap.


“Tim Gabungan telah berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga terkait sindikat peredaran gelap narkoba yang menyuplai sabu kepada tersangka FG,” ujarnya.


Eko menegaskan pengembangan kasus tidak berhenti pada penyuplai pertama. Kini, pihaknya menargetkan jaringan yang lebih besar.


“Tim masih terus mengembangkan kasus ini dalam rangka membongkar sindikat peredaran narkoba tersebut,” tegas Brigjen Eko.


Adapun, kasus FG sebelumnya heboh di jagat maya setelah korban mengaku diperkosa di dalam mobil dan diancam dengan pistol. (*)


Sumber: tvonenews.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »