Potongan video tersebut berisi pernyataan Bahlil saat memaparkan agenda hilirisasi di Indonesia pada Jakarta Geopolitical Forum IX/2025, 4 Juni lalu.
Video yang diunggah ulang oleh Muhammad Said Didu melalui akun X-nya @msaid_didu itu memicu ratusan komentar dari warganet. Unggahan tersebut juga memperoleh ratusan retweet dan ribuan tanda suka.
Dalam video berdurasi satu menit itu, Bahlil menyinggung bagaimana negara-negara yang kini berstatus maju pernah membabat hutan dan mengeruk sumber daya alam mereka sendiri.
Bahlil menyebut praktik tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara pada masa awal industrialisasi mereka.
Akibat dari pernyataannya tersebut, respons warganet pun bermunculan, bahkan sebagian besar bernada kritik.
Salah satu komentar berasal dari August Hnedri. Melalui akun @Hnedri, ia menulis, “Pak Bahl, kita berlaku Ihsan bukan terhadap sesama manusia saja… Tapi sebagai manusia cerdas kita juga berlaku Ihsan terhadap makhluk lain. Berlaku Ihsan terhadap rumah gajah, harimau, dan burung2 cantik yang tinggal di Hutan. Salam cerdas, Pak.”
Dalam video yang sama, Bahlil turut mempertanyakan mengapa pemanfaatan sumber daya alam oleh Indonesia kerap menimbulkan kritik.
Negara maju, kata Bahlil, telah melakukan hal yang serupa ketika membangun pondasi ekonomi mereka puluhan tahun lalu.
“Negara-negara lain pada saat era 40an, 50an dan 60an, mereka-kan banyak hutan juga, mereka juga punya tambang banyak, semua mereka punya banyak,” ujar Bahlil dalam video tersebut.
Ketika itu, lanjut Bahlil, negara-negara maju tersebut masih berada dalam tahap berkembang.
“Maka mereka mengambil sumber daya alam mereka, hutannya dibabat, tambangnya diambil dan mungkin lingkungan mereka saat itu tidak lebih baik dari apa yang kita lakukan sekarang,” ucapnya.
Bahlil kemudian mengajukan pertanyaan retoris, “Pertanyaan saya, siapa yang memprotes mereka saat itu?”
Ia juga berpendapat bahwa banyak pihak merasa terganggu dengan langkah negara berkembang yang mulai mengelola sendiri sumber dayanya.
“Sekarang negara kita… yang baru memulai untuk berfikir mendapatkan nilai tambah… kok ada yang merasa terganggu, ada apa di balik itu,” kata Bahlil.
Meski begitu, tidak sedikit warganet yang menolak perbandingan yang disampaikan oleh Bahlil.
“Negara maju mana yang eksploitasi alamnya? Yg ada negara maju itu eksploitasi negara lain yang pemimpinnya Bodoh,” tulis akun @ardianTaka.
Sementara itu, akun @MachmudYaha menilai eksploitasi sumber daya alam selama ini justru dilakukan tanpa mempertimbangkan keselamatan rakyat dan hanya berfokus pada keuntungan.
Di tengah ramainya kritik publik atas pernyataannya tersebut, Bahlil dalam kesempatan lain menyampaikan belasungkawa kepada para korban banjir bandang.
Keterangannya itu ia sampaikan dalam Talkshow Aksi Nyata untuk Bumi Lestari di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 28 November 2025.
Bahlil kemudian menegaskan komitmen pemerintah untuk memperketat tata kelola pertambangan dan lingkungan.
“Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan tindakan, langkah-langkah yang terukur, untuk bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” tuturnya dalam talkshow “Aksi Nyata untuk Bumi Lestari”.
Ia juga memastikan pihaknya akan memeriksa dugaan keterlibatan tambang ilegal dalam memperparah dampak banjir.
Seperti yang diketahui, Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar dipicu oleh curah hujan ekstrem yang membawa lumpur serta gelondongan kayu ke permukiman warga.
BNPB mencatat, hingga Jumat sore, 28 November 2025, total korban meninggal mencapai 174 jiwa.
Rinciannya, Aceh mencatat 25 korban meninggal dan 25 orang hilang, Sumatra Utara mendata sebanyak 116 meninggal dan 42 orang belum ditemukan, sementara Sumatra Barat melaporkan 23 korban meninggal dan 12 orang masih dalam pencarian.
Upaya pencarian korban dan penanganan darurat bencana alam masih terus berlangsung di seluruh wilayah yang terdampak.
Pemerintah pusat dan daerah berfokus membuka akses, mengevakuasi warga, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperbesar dampak bencana tersebut. (*)
Sumber: Disway. id
« Prev Post
Next Post »
