| Disusun oleh Fadila Yodika dengan Nim: 2505011037 dan Prodi S1 Manajemen. Dosen Pengampu Dr. Amar Salahuddin, M.Pd. |
Pada kesempatan ini, saya ingin menjelaskan beberapa bentuk kecemasan yang sering dialami mahasiswa di awal perkuliahan, dampak yang ditimbulkan, serta cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan tersebut.
Kecemasan pertama yang paling sering dirasakan adalah kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Bertemu dengan wajah-wajah baru, suasana yang berbeda, serta aturan yang tidak lagi sama seperti di sekolah membuat saya merasa canggung. Situasi ini sering kali menimbulkan rasa takut untuk memulai interaksi atau bergabung dengan teman-teman baru.
Selain itu, kecemasan juga muncul akibat harus berpisah dengan keluarga. Tidak sedikit mahasiswa yang sebelumnya tinggal bersama orang tua, kini harus hidup terpisah demi menempuh pendidikan di tempat yang diinginkan. Kondisi ini membuat saya merasa kehilangan rasa aman dan nyaman yang selama ini saya rasakan di rumah.
Kecemasan lainnya yang hampir dialami oleh semua mahasiswa adalah beban tugas perkuliahan serta cara mengajar dosen. Sistem pembelajaran di perkuliahan menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri. Jumlah tugas yang banyak, cara penyampaian materi yang berbeda, serta tuntutan akademik yang tinggi sering kali membuat saya merasa tertekan dan cemas.
Berbagai kecemasan tersebut tentu memberikan dampak bagi mahasiswa di awal perkuliahan. Salah satu dampaknya adalah menurunnya fokus saat belajar. Ketika pikiran dan perasaan saya dipenuhi rasa gelisah, takut, dan tidak nyaman, saya menjadi sulit berkonsentrasi pada materi yang disampaikan oleh dosen.
Selain itu, kecemasan juga berdampak pada keberanian dalam mengambil langkah baru. Saya menjadi takut untuk bertanya, ragu dalam mengambil keputusan, enggan mengemukakan pendapat, dan khawatir melakukan kesalahan. Padahal, masa awal perkuliahan merupakan waktu bagi mahasiswa untuk belajar dan beradaptasi.
Dampak lainnya adalah menurunnya motivasi belajar. Kecemasan yang berlebihan membuat saya merasa lelah secara mental, sehingga semangat untuk belajar perlahan menurun. Jika kondisi ini dibiarkan, tentu dapat berdampak buruk bagi perkembangan saya selama menjalani perkuliahan. Meskipun demikian, kecemasan di awal perkuliahan bukanlah hal yang tidak dapat diatasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar masa perkuliahan dapat dijalani dengan lebih baik.
Langkah pertama adalah memberanikan diri untuk membuka diri secara perlahan. Hal ini memang terasa sulit, terutama bagi saya yang cenderung introvert. Namun, saya mencoba memulainya dengan langkah kecil, seperti menyapa teman sebangku, mengikuti kegiatan sederhana di perkuliahan, atau bertanya ketika ada materi yang belum dipahami. Langkah-langkah kecil ini membantu saya merasa lebih nyaman dengan lingkungan baru.
Cara kedua adalah mengatur waktu dengan baik. Dengan manajemen waktu yang tepat, saya menjadi lebih disiplin dalam menjalani perkuliahan. Waktu belajar di perkuliahan lebih sedikit dibandingkan waktu belajar mandiri, sehingga jika saya sering menunda tugas atau belajar, hal tersebut justru membuat saya kewalahan di akhir. Sebaliknya, dengan mengatur waktu secara teratur, semua aktivitas dapat dijalani dengan lebih baik.
Menjaga komunikasi dengan keluarga juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi kecemasan. Mendengar suara orang tua dan berbagi cerita dengan keluarga mampu meringankan beban pikiran yang saya rasakan.
Selain itu, memiliki teman yang saling menyemangati dan mau mendengarkan keluh kesah juga sangat membantu. Saya menyadari bahwa pertemanan yang positif membuat saya merasa tidak sendirian. Dukungan dari teman-teman memberikan motivasi untuk terus berusaha dan berkembang dalam dunia perkuliahan.
Menjaga kesehatan tubuh juga tidak kalah penting. Pola tidur yang cukup dan konsumsi makanan yang sehat sangat berpengaruh terhadap suasana hati. Ketika tubuh terlalu lelah, emosi menjadi tidak stabil dan kecemasan pun mudah muncul.
Hal lain yang juga penting adalah menetapkan tujuan perkuliahan. Meskipun sering dianggap sepele, memiliki tujuan membuat saya lebih terarah. Ketika saya merasa lelah atau kehilangan semangat, saya kembali mengingat tujuan awal saya memasuki dunia perkuliahan.
Sebagai kesimpulan, kecemasan merupakan hal yang wajar dialami oleh mahasiswa di awal perkuliahan. Setiap orang pasti pernah merasa takut, ragu, dan tidak nyaman ketika berada di lingkungan baru. Namun, kecemasan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan atau dianggap sebagai kelemahan. Dari kecemasan, saya belajar untuk menjadi lebih kuat, percaya diri, dan terus berkembang.Dengan membuka diri secara perlahan, mengatur waktu dengan baik, membangun pertemanan yang positif, serta menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, kecemasan yang ada dapat berkurang secara perlahan. Yang terpenting adalah tidak melupakan tujuan awal saat memasuki dunia perkuliahan. Karena sesungguhnya, masa perkuliahan bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang memahami diri sendiri. Kecemasan di awal perkuliahan adalah awal dari perjalanan menuju kedewasaan, kemandirian, dan rasa percaya diri untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam dunia akademik maupun kehidupan bermasyarakat. (*)
Disusun oleh Fadila Yodika dengan Nim: 2505011037 dan Prodi S1 Manajemen. Dosen Pengampu Dr. Amar Salahuddin, M.Pd.
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »