Refly Harun: Teror Terhadap Aktivis dan Akademisi Ancaman Serius pada Demokrasi

Refly Harun: Teror Terhadap Aktivis dan Akademisi Ancaman Serius pada Demokrasi
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti maraknya teror dan intimidasi terhadap aktivis, akademisi, serta figur publik yang kritis. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti maraknya teror dan intimidasi terhadap aktivis, akademisi, serta figur publik yang kritis. Menurutnya, rangkaian teror tersebut menjadi ancaman serius bagi kebebasan berpendapat dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Refly mengungkapkan kasus teror yang menimpa Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mukhtar, yang menerima ancaman melalui telepon dari pihak yang mengaku sebagai aparat kepolisian. Pelaku menggunakan klaim kewenangan untuk menimbulkan rasa takut.

Dikutip KBA News dari unggahan Youtube Refly Harun berjudul “Viral Teror Serang Aktivis!! Usai Sherly & DJ Donny, Kini Gubes UGM Zainal Kena Juga!! pada Minggu, 4 Januari 2026.

“Zainal Arifin Mukhtar mendapat teror telepon dari orang yang mengaku polisi,” kata Refly.

Ia menegaskan, teror tersebut bukan kejadian tunggal karena ancaman serupa telah terjadi lebih dari satu kali.

“Ancaman ini sudah berulang,” ujarnya.

Refly menilai lemahnya penindakan terhadap kasus teror dan penipuan membuat pelaku semakin berani.

“Model teror seperti ini jarang ditindak serius,” tegasnya.

Ia juga mengaitkan kasus tersebut dengan teror yang dialami aktivis dan influencer lain seperti Sherly Anavita dan DJ Doni.

“Bukan hanya satu orang, aktivis lain juga mengalami teror,” katanya.

Menurut Refly, intimidasi terhadap DJ Doni bahkan meningkat menjadi ancaman fisik.

“Rumah DJ Doni sampai dilempari bangkai ayam dan bom molotov,” ungkapnya.

Refly menilai pola teror kerap menyasar kalangan yang vokal dan kritis terhadap kekuasaan.

“Mereka yang kritis sering jadi sasaran,” ujarnya.

Ia menyebut teror semacam ini sebagai sinyal buruk bagi demokrasi.

“Jika kritik dibungkam dengan teror, demokrasi jelas terancam,” kata Refly.

Refly berharap pemerintah ke depan tidak membiarkan praktik intimidasi terus berulang dan memastikan perlindungan hukum bagi seluruh warga negara.(*)

Sumber: KBA

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »