Hubungan AS dan Israel Memburuk Usai Serang Fasilitas Minyak Iran, Amerika Marahi Zionis: Apaan Ini?

Hubungan AS dan Israel Memburuk Usai Serang Fasilitas Minyak Iran, Amerika Marahi Zionis: Apaan Ini?
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam suatu pertemuan antar kedu negara. (Foto Ilustrasi/Net). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Serangan udara Israel terhadap sekitar 30 depot bahan bakar milik Iran pada Sabtu (7/3/2026) memicu keretakan hubungan dengan Amerika Serikat.

Hal ini menandai perselisihan signifikan pertama antara keduanya, AS dan Israel sejak konflik militer terbaru di kawasan Timur Tengah pecah.

Situs berita Amerika, Axios, melaporkan bahwa skala operasi militer Israel jauh lebih besar dari yang diperkirakan Washington ketika rencana serangan tersebut sebelumnya disampaikan kepada pihak AS.

Mengutip seorang pejabat AS, pejabat Israel, serta sumber yang mengetahui masalah tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa pemerintah Amerika khawatir serangan terhadap infrastruktur sipil Iran justru dapat menjadi kontraproduktif secara strategis.

Washington menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat dukungan domestik di Iran terhadap pemerintahnya sekaligus memicu lonjakan harga minyak global.

Serangan udara pada Sabtu tersebut memicu kebakaran besar di sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran.

Kobaran api dilaporkan terlihat dari jarak beberapa kilometer dan menyebabkan asap tebal menyelimuti sebagian wilayah ibu kota Iran.

Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) dalam pernyataannya menyebut depot bahan bakar yang diserang digunakan pemerintah Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai pihak, termasuk lembaga militer negara itu.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan serangan tersebut juga dimaksudkan sebagai pesan kepada Iran agar menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil Israel.

Para pejabat Israel dan AS menyatakan bahwa militer Israel telah memberi pemberitahuan kepada pihak Amerika sebelum operasi diluncurkan. 

Namun seorang pejabat AS mengaku Washington terkejut dengan luasnya cakupan serangan tersebut.

“Kami tidak berpikir itu adalah ide yang bagus,” kata pejabat AS sebagaimana dikutip Axios.

Menurut seorang pejabat Israel, pesan yang disampaikan pihak AS setelah serangan tersebut dilaporkan bernada keras, bahkan mempertanyakan keputusan tersebut.

“Apa-apaan ini?” ujar pihak AS dengan keras terhadap tindakan Militer Israel tersebut.

Serangan udara Israel terhadap sekitar 30 depot bahan bakar milik Iran pada Sabtu (7/3/2026) memicu keretakan hubungan dengan Amerika Serikat. 

Gedung Putih maupun militer Israel hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Selain dampak militer, Washington juga mengkhawatirkan efek ekonomi dari serangan tersebut. 

Rekaman kebakaran fasilitas penyimpanan minyak dikhawatirkan dapat memicu kepanikan di pasar energi global.

Seorang penasihat Presiden Donald Trump mengatakan presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas energi tersebut karena berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar.

"Presiden tidak menyukai serangan ini. Dia ingin menghemat minyak. Dia tidak ingin membakarnya. Dan ini mengingatkan orang-orang tentang harga bensin yang tinggi," kata seorang penasihat Trump kepada Axios.

Sementara itu, pihak Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi mereka dapat memicu balasan yang lebih luas. 

Juru bicara Komando Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyatakan bahwa Iran sejauh ini belum menargetkan infrastruktur energi di kawasan, namun hal itu bisa berubah jika serangan terus berlanjut.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga memperingatkan bahwa Teheran akan segera melakukan pembalasan jika serangan terhadap infrastruktur vital Iran terus berlanjut.

Seorang pejabat AS mengatakan perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai strategi perang diperkirakan akan dibahas di tingkat politik yang lebih tinggi antara kedua sekutu tersebut. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »