| Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Kota Sawahlunto, Mustofa, A.Md.IP. |
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui Bentengsumbar.com di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026). Mustofa yang baru sekitar dua bulan bertugas di Sawahlunto itu menegaskan bahwa warga binaan bukanlah kelompok yang terpisah dari masyarakat.
“Warga binaan di sini adalah warga dan tetangga kita juga. Mereka bagian dari masyarakat Sawahlunto, meskipun ada beberapa yang berasal dari luar daerah. Pada dasarnya, manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, termasuk kita sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan di Rutan Sawahlunto tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh pemulihan hubungan sosial dan spiritual. Hal ini sejalan dengan nilai hablum minannas dan hablum minallah, yakni menjaga hubungan baik dengan sesama manusia serta dengan Tuhan.
“Intinya adalah memulihkan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan. Jika mereka kita perlakukan dengan baik, maka ke depan mereka juga akan menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Mustofa menekankan bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai tanpa dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga media massa untuk berperan aktif dalam mendukung program tersebut.
“Ini bukan hanya tugas kami di rutan, tetapi tanggung jawab bersama. Mari kita perhatikan dan dukung demi kebaikan kita bersama,” katanya.
Ia mengungkapkan, sejumlah program pembinaan telah menunjukkan hasil positif, khususnya dalam bidang keagamaan. Salah satunya terlihat dari peningkatan kemampuan warga binaan dalam membaca Al-Qur’an.
“Ada warga binaan yang sebelumnya belum bisa membaca Al-Qur’an, namun selama menjalani pembinaan di sini, mereka sudah mampu mengaji dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, latar belakang masyarakat Minangkabau yang religius turut mendukung terciptanya dinamika sosial yang relatif kondusif di Sawahlunto, sehingga potensi konflik maupun tindak kriminal dapat diminimalisir.
Saat ini, jumlah warga binaan di Rutan Kelas IIB Sawahlunto tercatat sebanyak 85 orang. Mayoritas merupakan kasus kriminal umum dan tidak terdapat kasus pembunuhan.
Dalam momentum bulan suci Ramadan, pihak rutan juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk buka puasa bersama sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
Mustofa yang merupakan pria kelahiran Jawa Tengah ini sebelumnya pernah bertugas di Lapas Kelas IIA Balikpapan dan memiliki pengalaman dinas cukup lama di Nusakambangan. Ia juga dikenal dekat dengan kalangan media.
Di akhir keterangannya, ia berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin guna menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Kami yang membina, rekan-rekan media yang mengabarkan. Mari kita sama-sama mendukung program rehabilitasi ini agar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tutupnya. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »