| Di bawah langit cerah Sawahlunto, ratusan keluarga larut dalam kegembiraan sederhana, berenang, meluncur, dan saling menyapa di Waterboom The Unique Park. |
Libur Idul Fitri tahun ini membawa ribuan orang dari berbagai penjuru Sumatera Barat berkumpul di satu tempat. Bukan sekadar berwisata, tetapi merayakan kebersamaan yang mungkin lama tertunda.
Di kolam utama, anak-anak berlarian tanpa lelah, sementara orang tua duduk di tepi, mengawasi dengan senyum yang tak putus. Di sudut lain, suara musik mengalun, memberi ruang bagi siapa saja yang ingin bernyanyi dan melepas penat.
Tak banyak yang tahu, tempat ini menyimpan jejak panjang sejarah. Di masa kolonial Belanda, kawasan ini pernah menjadi tempat pemandian para pejabat dan keluarga Eropa. Kini, di lokasi yang sama, masyarakat dari berbagai latar belakang menikmati ruang yang jauh lebih inklusif, ruang kebahagiaan milik bersama.
Direktur Waterboom, Adriyan Yudistiara, S.Si., M.M., berdiri di antara keramaian itu dengan optimisme yang perlahan tumbuh. Ia menyebut, sejak momentum Idul Fitri, jumlah pengunjung telah menembus angka 3.000 orang.
“Saat awal kami masuk, kondisi tempat ini cukup memprihatinkan akibat persoalan manajemen di masa lalu. Banyak aset yang mengalami penurunan. Tapi kami percaya, tempat ini masih punya harapan besar untuk bangkit,” ungkapnya.
Langkah perbaikan pun mulai dijalankan. Dari pembenahan manajemen, organisasi, hingga penguatan sistem keuangan, semuanya dilakukan di tengah keterbatasan aset yang kini tersisa sekitar 40 persen.
Namun di balik angka-angka itu, ada satu hal yang tak bisa diukur: kepercayaan pengunjung yang mulai kembali.
Untuk menarik minat wisatawan, pengelola menghadirkan program membership yang terjangkau. Dengan Rp50.000, pengunjung bisa menikmati fasilitas selama sebulan penuh. Bahkan, mulai April mendatang, akan ada skema tiket Rp1.000 per pengunjung, serta paket keluarga Rp120.000 per bulan (untuk 4 0rang).
Di sisi lain, keselamatan tetap menjadi prioritas. Dengan dukungan 26 karyawan serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan yang berjaga secara bergiliran, pengunjung diharapkan dapat menikmati liburan dengan rasa aman.
Menjelang sore, suasana belum juga surut. Anak-anak masih enggan beranjak dari air, sementara orang tua menikmati momen yang mungkin jarang datang dua kali.
Di tempat ini, Idul Fitri bukan hanya tentang saling memaafkan. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sederhana, dalam tawa, dalam kebersamaan, dan dalam harapan bahwa tempat ini akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari cerita banyak keluarga.
“Terima kasih kepada semua yang sudah datang. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Adriyan, menutup hari yang penuh makna.
Dan di antara riuh itu, Waterboom The Unique Park perlahan menemukan kembali jiwanya, sebagai tempat pulang bagi tawa keluarga. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »