| Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi mengatakan seluruh proses kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh tim dari Universitas PASIM Bandung. |
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi mengatakan seluruh proses kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh tim dari Universitas PASIM Bandung. Setelah psikotes ini, tim penguji akan melakukan survei langsung (visitasi) ke rumah masing-masing calon mahasiswa untuk melihat motivasi serta meminta izin langsung dari orang tua.
"Saat ini kita melakukan pemantauan ujian masuk psikotes Universitas PASIM di Bandung melalui jalur PUB. Jalur ini merupakan program beasiswa penuh di Universitas Nasional PASIM Bandung dan ini mendukung program unggulan Pemko Pariaman yaitu Satu Keluarga Satu Sarjana Plus. Beasiswa ini mencakup seluruh biaya kuliah dan uang saku hingga lulus bagi siswa yang lolos. Seleksi ini sangat ketat sekali dan tidak ada intervensi dari pemerintah daerah. Kami ingin mereka yang lulus adalah anak-anak yang siap berkompetisi dan memiliki daya juang tinggi. Pasalnya, standar akademiknya ketat; jika IPK di bawah 3, risikonya adalah drop out (DO), “ ungkapnya.
Selain dengan Universitas PASIM, Pemko Pariaman juga telah menjalin kerja sama dengan 18 perguruan tinggi lainnya, baik di dalam maupun di luar Sumatera Barat. Bahkan, Pemko tengah menjajaki kerja sama serupa dengan kampus di luar negeri, salah satunya Malaysia.
"Pendidikan adalah satu-satunya cara efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kesempatan tidak datang dua kali, semoga 12 anak yang ikut tes hari ini bisa memberikan hasil terbaik dan nantinya dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka dan kepada anak – anak Kota Pariaman yang lainnya, jangan sampai menyia-nyiakan fasilitas yang telah kita sediakan, “ tutupnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher didampingi Sekretaris Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal menjelaskan bahwa ke-12 peserta tersebut merupakan mereka yang telah lolos tahap seleksi administrasi dan tes daring sebelumnya. Dari total 31 pendaftar awal, hanya 13 orang yang dinyatakan berhak ikut psikotes, namun satu orang berhalangan hadir.
"Hari ini murni seleksi dari Universitas PASIM melalui jalur PUB. Kami dari Pemko Pariaman hanya memfasilitasi tempat dan menginformasikan peluang ini kepada masyarakat kurang mampu yang memiliki tekad kuat untuk kuliah. Beasiswa ini menjadi incaran karena menawarkan fasilitas yang sangat lengkap. Seluruh pembiayaan ditanggung 100% oleh Universitas PASIM, meliputi pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas asrama uang saku bulanan, peminjaman alat kuliah (laptop/perangkat pendukung) dan penyaluran langsung ke dunia kerja setelah lulus, “ ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Pemko Pariaman telah membuka kesempatan pada anak– anak Kota Pariaman untuk mendapatkan program Saga Saja Plus sampai tanggal 23 April 2026. Pengumuman untuk lulus seleksi administrasi berupa yang masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan disampaikan pada akhir bulan April dan selanjutnya calon mahasiswa mendaftar sesuai perguruan tinggi yang dipilihnya. Nanti menyesuaikanlah dengan jadwal tes akademik perguruan tinggi.
“Tahun ini kita tidak fasilitasi yang jalur mandiri, yang ada cuma jalur reguler. Ambillah kesempatan yang ada, apabila kita mempunyai keinginan kemudian upaya untuk bisa lulus pasti ada jalan keluarnya dan anak-anak bisa mendapatkan kuliah ke perguruan tinggi yang diinginkan. PIP dan Program Indonesia Pintar terbatas. Di sinilah tanggung jawab Pemerintah Kota Pariaman agar masyarakat dari keluarga kurang mampu bisa melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi, “ tutupnya. (wi/at)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »