Capaian 99,7 Persen! Kabupaten Solok Sukses Wujudkan Akses Listrik Bagi Ribuan Warga, Target 100 Persen Elektrifikasi Kian Dekat

Capaian 99,7 Persen! Kabupaten Solok Sukses Wujudkan Akses Listrik Bagi Ribuan Warga, Target 100 Persen Elektrifikasi Kian Dekat
Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL yang digelar di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, pada Kamis, 23 April 2026. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Pemerintah Kabupaten Solok bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok mencatat keberhasilan yang membanggakan dalam pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025. Dari target 1.399 rumah tangga, sebanyak 1.395 rumah tangga telah mendapatkan akses aliran listrik, yang berarti capaian pelaksanaan program ini mencapai 99,7 persen.

Keberhasilan tersebut diungkapkan dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL yang digelar di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini juga membahas persiapan pelaksanaan program serupa untuk tahun 2026, di mana sebanyak 2.778 usulan calon penerima akan melalui proses verifikasi dan validasi data oleh pihak PLN.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan yang telah diraih tidak lepas dari kerja sama semua pihak, dan untuk ke depannya diperlukan langkah yang lebih terstruktur guna memastikan program berjalan dengan efektif dan efisien.

“Kita telah membuktikan bahwa dengan kerja sama yang baik, tujuan bersama dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Ke depan, kami menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh, yaitu sinergi antarlembaga, keakuratan data, serta kedisiplinan dalam melaksanakan setiap tahapan kegiatan,” ujar Medison.

Ia juga mengingatkan agar proses pengusulan calon penerima dilakukan dengan cermat. Menurutnya, rumah tangga yang tidak memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis sejak awal, misalnya jarak lokasi tempat tinggal dengan tiang listrik terdekat melebihi 50 meter, tidak perlu diusulkan karena permohonan tersebut akan otomatis ditolak oleh PLN. Hal ini dilakukan agar kuota bantuan yang telah disediakan tidak terbuang sia-sia.

Medison menambahkan bahwa data yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci utama agar usulan bantuan yang diajukan dapat segera diproses dan disetujui oleh pemerintah pusat. “Rapat hari ini menjadi titik tolak untuk memperbaiki sistem pendataan, memperkuat koordinasi, serta mempercepat realisasi program. Saya yakin, dengan kolaborasi yang kuat dan pengelolaan data yang ketat, Kabupaten Solok akan segera mewujudkan target rasio elektrifikasi 100 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Solok, Jefrizal, S.Pt., M.T., menjelaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi rumah tangga yang tergolong tidak mampu dan belum memiliki akses listrik sama sekali. Ia menekankan bahwa penyediaan akses listrik bukan sekadar pemasangan instalasi, melainkan langkah strategis untuk membuka peluang kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Listrik merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pintu gerbang peningkatan kesejahteraan. Dengan adanya aliran listrik, akses terhadap layanan kesehatan, proses pembelajaran, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah dapat berjalan dengan lebih baik. Inilah makna pemerataan pembangunan yang sesungguhnya,” jelasnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Solok, Dr. Anthony Saliza, S.E., M.Ec.Dev., menyampaikan data perkembangan program secara rinci. Dari total 4.247 usulan yang masuk sejak tahun 2024, sebanyak 2.080 rumah tangga telah dilakukan survei dan validasi lapangan oleh PLN sepanjang tahun 2025. Hasilnya, 1.467 rumah tangga dinyatakan memenuhi syarat teknis dan siap dipasangi instalasi listrik atau setara dengan 70,5 persen dari jumlah yang disurvei, sedangkan sisanya belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Dari jumlah yang dinyatakan memenuhi syarat tersebut, 1.395 rumah tangga sudah menikmati aliran listrik, dan sisanya akan diselesaikan pada tahun 2026 ini. Untuk memastikan data yang disampaikan semakin berkualitas, pihaknya telah menyiapkan inovasi berupa aplikasi khusus pendataan. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan, mulai dari kolom isian data yang terstruktur, sistem pengecekan kesesuaian data secara otomatis, pemetaan lokasi melalui sistem penentuan posisi, hingga pembuatan dokumen pendukung secara otomatis.

Perwakilan PT PLN (Persero) UP3 Solok, Dito Nusa Putra, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Solok. Menurutnya, perhatian dan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani program ini menjadi faktor utama yang membuat Kabupaten Solok mendapatkan alokasi bantuan terbanyak di Provinsi Sumatera Barat, baik untuk tahun 2025 maupun 2026.

Ia menjelaskan bahwa penerima manfaat pada tahun 2025 tersebar di 13 kecamatan dan 31 nagari di wilayah Kabupaten Solok. Sementara itu, untuk pelaksanaan tahun 2026, proses akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penetapan alokasi penerima oleh pemerintah pusat, survei dan pengecekan lapangan, hingga tahap akhir penyalaan listrik. Sebanyak 2.778 usulan yang diterima saat ini masih akan melalui proses verifikasi menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat resmi.

“Kami membutuhkan dukungan berupa data yang akurat, lengkap, dan mutakhir, termasuk keterangan alamat serta titik koordinat lokasi tempat tinggal calon penerima. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini terus ditingkatkan, mengingat keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang solid antara pihak PLN, pemerintah daerah, hingga pemerintah di tingkat nagari,” pungkas Dito. (BO)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »