| Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal, melepas Pawai Khatam Al-Qur'an ke-III. |
Dalam kesempatan tersebut, Wawako menyoroti tradisi Tamek Kaji atau arak-arakan khatam yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Minangkabau. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga bentuk syiar Islam dan rasa syukur atas kemampuan anak-anak dalam menyelesaikan hafalan dan bacaan Al-Qur'an.
“Pawai ini adalah bentuk apresiasi kita kepada anak-anak yang telah berjuang menyelesaikan belajar mengaji. Semoga ini menjadi motivasi agar mereka terus mencintai Al-Qur'an dan menjaga akhlak mulia,” ujar H. Suryadi Nurdal.
Lebih jauh, Wawako mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan agama anak. Ia menekankan bahwa menyelesaikan khatam Al-Qur'an bukan berarti berhenti belajar, melainkan menjadi dasar bekal kehidupan.
“Sering kita temui, ada yang sudah sarjana bahkan sudah merantau, tapi belum khatam Al-Qur'an. Padahal, pemahaman agama ini sangat berdampak besar dalam pergaulan sehari-hari,” tegasnya.
Untuk mencegah generasi muda terjerumus ke jalan yang salah, seperti pergaulan bebas, kenakalan remaja, hingga bahaya narkoba, Wawako menegaskan bahwa pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini dengan sungguh-sungguh.
“Kita tidak ingin anak-anak kita tergelincir ke hal-hal negatif. Maka, didiklah mereka dengan keras dan tegas dalam memahami agama dan Al-Qur'an. Ini adalah benteng terbaik untuk masa depan mereka,” pungkasnya.
Kegiatan diharapkan dapat terus digalakkan, sehingga semangat mencintai Al-Qur'an semakin tumbuh subur di tengah masyarakat Kota Solok.(BO)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »