| Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber anggaran ribuan sapi kurban Presiden menjadi sorotan publik. (Foto: Int). |
Hal itu bermula ketika Purbaya ditanya awak media mengenai asal dana pengadaan sapi kurban Presiden usai menjalankan salat Iduladha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menkeu mengaku belum mengetahui detail terkait anggaran tersebut dan akan terlebih dahulu mengecek informasinya.
"Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu," kata Purbaya, dikutip dari Kompas.com.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sumber anggaran sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Purbaya enggan memberikan penjelasan lebih jauh
Ia justru meminta agar pertanyaan tersebut disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
"Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri," imbuh dia.
Pernyataan itu langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, memberikan pembelaan terkait penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden.
Menurutnya, bantuan hewan kurban merupakan bagian dari fungsi negara dalam membantu masyarakat.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat Santoso dikutip dari Tribunnews.
Ia menegaskan bantuan presiden tidak hanya berbentuk hewan kurban, tetapi juga menyasar sektor lain seperti pendidikan hingga kesehatan.
"Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujar dia.
"Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat."
"Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Idul Adha ini," imbuhnya.
Sugiat juga menekankan bahwa penggunaan APBN untuk bantuan kurban Presiden bukan baru terjadi di era pemerintahan Prabowo.
"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo."
"Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," tandasnya.
Bersumber dari APBN
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Menurut Juri, seluruh sapi tersebut dibeli dari peternak lokal di berbagai daerah Indonesia.
"Sehingga diharapkan momentum ini mereka (peternak lokal) dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi."
"Karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi korban," ungkap Juri.
"Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," katanya.
Ribuan sapi kurban tersebut kemudian disalurkan ke berbagai daerah dan lembaga sosial di Indonesia.
"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi," pungkasnya. (*)
Sumber: Tribun Jakarta
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »