| Warga Dusun Sungai Cocang dan Dusun Sawah Darek, Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, mengeluhkan minimnya lampu jalan desa. (Foto: Marjafri). |
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat malam hari, mulai dari akses menuju fasilitas kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga aktivitas ibadah warga.
Kepala Dusun Sawah Darek, Ade Erlan, menuturkan bahwa kebutuhan lampu jalan di wilayahnya sudah lama diusulkan kepada pemerintah daerah. Bahkan, menurutnya, survei lokasi pemasangan lampu jalan telah beberapa kali dilakukan sejak masa kepala dusun sebelumnya, almarhum Zainuddin (Mak Jang).
“Pak wali dulu mintak data lampu jalan, lah kami kirim lo dari desa sureknyo, tapi lum ado nampak bayangan lai, dan lampu jalan yang tenaga surya lah mati keseluruhan lah ado 4 tahun samo lampu jalan yg listrik nah da, ado yg baru nyo pelokan dek pemda bulan-bulan yang lewat ko cuma sampai di ate kontu desa lo cukuik bola pas urang dishub melokan tu nyo,” ujarnya
(Pak Wali dulu minta data lampu jalan, sudah kami kirim pula surat dari desa, tapi belum ada realisasi. Lampu jalan tenaga surya juga sudah mati seluruhnya sekitar empat tahun, begitu juga lampu jalan listrik. Memang ada yang diperbaiki pemerintah daerah beberapa bulan lalu, namun hanya sampai di atas kantor desa karena bola lampu yang tersedia hanya sampai di sana saat petugas Dinas Perhubungan melakukan perbaikan).
Ade Erlan mengatakan, kondisi lampu jalan yang mati tersebut membentang mulai dari kawasan atas Kantor Desa Silungkang Oso hingga menuju objek wisata Batu Runcing.
“Jadi, mulai dari sebelah atas kantor Desa Silungkang Oso hingga ke kawasan objek wisata Batu Runcing lampu jalannya sudah mati semua,” katanya.
Ia menambahkan, di Dusun Sawah Darek terdapat sekitar 63 rumah penduduk yang sebagian akses jalannya berada cukup jauh dari jalan utama desa sehingga kondisi gelap pada malam hari masih menjadi persoalan utama masyarakat.
Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan pada Kamis (28/5/2026), sebagian besar ruas jalan di dua dusun tersebut memang berada dalam kondisi gelap pada malam hari, terutama jalan-jalan kecil menuju rumah warga yang berada di kawasan perbukitan dan pelosok permukiman.
Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Dusun Sungai Cocang, Yuli Hendri. Ia mengungkapkan bahwa sejak masa kepala dusun sebelumnya, Sobri Zakaria, permohonan lampu jalan hingga kini belum juga terealisasi.
“Kami sangat membutuhkan lampu jalan karena ini jalan satu-satunya menuju Puskesmas dan Pasar Silungkang. Kami sangat berharap adanya perbaikan dan penambahan lampu jalan tersebut,” ujarnya.
Menurut Yuli Hendri, Dusun Sungai Cocang memiliki sekitar 90 rumah penduduk, termasuk fasilitas sekolah, Posyandu, dan Puskesmas Pembantu (Pustu).
“Jadi Pustu pun jauh dari rumah masyarakat, jadi kalau sakit malam apakah harus ditahan sampai pagi?” katanya.
Selain aktivitas kesehatan dan ekonomi, minimnya lampu jalan juga berdampak terhadap kegiatan ibadah masyarakat.
Salah seorang pemuda setempat, Suherman, menuturkan masyarakat kesulitan menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah, terutama pada waktu Maghrib, Isya, dan Subuh karena kondisi jalan yang gelap.
“Rumah masyarakat jauh dari mesjid jadi ingin ke mesjid sholat berjamaah subuh gelap gulita, jadi wajar mesjid kami sedikit jamaah,” ucapnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat segera merealisasikan perbaikan serta penambahan lampu jalan desa hingga ke akses jalan menuju permukiman warga agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan nyaman, khususnya pada malam hari. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »