Catatan Singkat Firman Wally, Delegasi IMLF-4: Kisah Perjalanan, Dari Ambon Menuju Minangkabau

Firman Wally bersama Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung
Firman Wally bersama Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung. (Foto: Armaidi). 

BERANGKATLAH
  saya dari Ambon, Maluku, dengan kapal laut Nggapulu tujuan Surabaya pada tanggal 28 Mei 2026 pukul 21:00 WIT. Perjalanan 4 hari 4 malam melintasi lautan ibu. 

Setibanya saya di Surabaya pada pukul 1.30 WIB saya melanjutkan perjalanan dengan menaiki taxi menuju Bungarasih. 

Di Bungarasih saya diarahkan untuk naik bis menuju Sragen Jawa Barat Tengah itu pada pukul 02:00 WIB. Tibalah saya di Sragen  pada pukul 07:00 WIB.

Mandi, sarapan, makan siang di Sragen hingga pada pukul 13:00 WIB saya lanjutkan perjalanan menuju Tangerang (Kalideres).

Perjalanan yang memakan waktu, badan-badan pegal dan tentunya tidur tak nyaman, akan tetapi saya sabagai sesesorang yang menyukai perjalanan tentu menikmatinya. 

Tepat pukul 06:00 WIB tibalah saya di Kalideres, Tangerang. Di sana saya di jemput greb pesanan bunda Rini Intama (Sastrawan). 

Saya rehat, makan dan menyiapkan hal ihwal sebab di pukul 18:50  WIB nanti saya harus lanjutkan perjalanan lagi dengan pesawat yang saya sudah pesan tiketnya sewaktu masih di Ambon. Perjalanan saya menuju Bandara Internasional Minangkabau pada 2 Juni 2026.

Pukul 20:20 tibalah saya di bandara BIM. Di sana saya dijemput  Bang Maulidan penyair pegiat litarasi asal Padang. Semalaman saya di rumahnya, bercakap-cakap sebelum kembali terlelap. 

Pukul 08:00 WIB bang Maulidan mengantar saya kembali ke Bandara (terminal bandara BIM), sebab di sana tempat berkumpulnya sekaligus titik penjemputan Tim terhadap peserta IMLF dari berbagai negara. 

Ada beberapa rangkaian acara di sana termasuk penjemputan oleh Pemerintah setempat serta pembacaan puisi oleh beberapa penyair yang sudah dimasukan namanya dalam acara itu. 

Dari Stasiun BIM berangkatlah saya bersama peserta IMLF-4  menuju hotel sekaligus mengikuti kegiatan perdana IMLF-4  di Bukittinggi dalam rangkaian 100 Tahun Jam Gadang.

Keberangkatan saya ke acara yang mewah ini dengan didanai biaya transportasi oleh sekolah saya yang tercinta SMA Negeri 27 Maluku Tengah. Sekalipun tidak sepenuhnya namun Alhamdulillah. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »