| Seorang sejarawan dari University of Utah, Amerika Serikat, justru menemukan fakta lain yang mengejutkan. (Foto: Marjafri). |
Ketertarikan terhadap sejarah pertambangan di Sumatera Barat mengantarkan Wenrui Zhao, PhD, sejarawan sains dan kedokteran dari Departemen Sejarah, University of Utah, Amerika Serikat, melakukan penelusuran sejumlah situs bersejarah di Kota Sawahlunto dan Kecamatan Silungkang, Minggu (7/6/2026).
Kunjungan tersebut bermula dari agenda penelitian Wenrui Zhao di kawasan tambang emas kolonial Salido, Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah memperoleh informasi dari awak media Bentengsumbar.com mengenai keberadaan bekas tambang emas peninggalan kolonial di Silungkang, ia bersama rekannya Meidi Hanum Sari melanjutkan perjalanan menuju Sawahlunto untuk menelusuri jejak sejarah pertambangan di kawasan tersebut.
Penelusuran diawali di Lobang Tambang Batubara Soero, tambang batubara bawah tanah peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang mulai beroperasi pada 1898. Tambang tersebut menjadi bagian dari sistem pertambangan Ombilin yang memasok kebutuhan batubara untuk jalur kereta api dan pelabuhan Emmahaven (Teluk Bayur) pada masa kolonial.
Operasional tambang bawah tanah itu dihentikan pada 1932 akibat tingginya rembesan air. Pemerintah Kota Sawahlunto kemudian merevitalisasi kawasan tersebut pada 2007 dan membukanya sebagai objek wisata sejarah pada 23 April 2008. Bersama kawasan pertambangan Ombilin lainnya, situs tersebut kini menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO yang ditetapkan pada 2019.
Dari kawasan tambang batubara, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi bekas tambang emas tua di Silungkang. Berdasarkan sejumlah arsip kolonial Belanda, aktivitas penambangan emas di kawasan itu telah berlangsung secara tradisional sejak lama oleh masyarakat setempat. Pada awal abad ke-20, perusahaan Belanda N.V. Mijnbouw-Maatschappij Siloengkang melakukan penyelidikan geologi terhadap endapan emas aluvial di wilayah tersebut sebelum memperoleh hak eksplorasi dan penambangan dari Pemerintah Hindia Belanda.
Dalam penelusuran itu, Wenrui Zhao mengaku baru mengetahui bahwa kawasan Sawahlunto tidak hanya memiliki sejarah panjang sebagai penghasil batubara, tetapi juga menyimpan catatan eksplorasi emas yang pernah menarik perhatian perusahaan-perusahaan pertambangan Eropa pada masa kolonial.
"Luar biasa. Perut bumi Sawahlunto ternyata menyimpan kekayaan yang sangat berharga, mulai dari batubara hingga emas," ujar Wenrui Zhao saat berada di kawasan bekas tambang emas Silungkang.
Ia mengatakan informasi mengenai sejarah tambang emas Silungkang menjadi temuan yang menarik dalam penelusurannya karena selama ini Sawahlunto lebih dikenal sebagai kota tambang batubara.
Setelah menyelesaikan penelusuran kawasan pertambangan, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra kerajinan Songket Silungkang di Dusun Stasiun, Kecamatan Silungkang. Kunjungan tersebut didampingi oleh awak media Bentengsumbar.com, Kepala Dusun Stasiun Ferinov, serta tokoh pemuda setempat Suherman.
Di lokasi itu, Wenrui Zhao menyaksikan secara langsung proses pembuatan Songket Silungkang yang masih mempertahankan teknik tradisional, mulai dari proses manuriang atau penggulungan benang hingga penenunan menggunakan alat tenun bukan mesin yang menghasilkan kain bermotif khas Minangkabau.
Menurutnya, keberadaan warisan pertambangan dan tradisi tenun yang masih bertahan hingga kini menunjukkan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Silungkang dalam satu kawasan yang sama.
Sebelum mengakhiri kunjungan, akademisi asal Amerika Serikat tersebut membeli satu set kain Songket Silungkang sebagai cendera mata untuk dibawa pulang.
Penelusuran sejarah yang dilakukan Wenrui Zhao bersama rombongan menjadi bagian dari upaya pengumpulan data mengenai sejarah pertambangan kolonial di Sumatera Barat, sekaligus memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Sawahlunto serta Silungkang kepada kalangan akademisi internasional. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »