| Suasana Stadion Marah Adin, Kota Solok, berubah menjadi panggung sepak bola yang penuh gairah dan emosi pada sore hari, Senin (1/6/2026). (Foto: Oktryoni). |
Ajang bergengsi FE Cup 2 mempersembahkan pertandingan puncak yang sangat seru dan menegangkan, disaksikan langsung oleh Wali Kota Solok, Rama Dani Putra ,Falul Efendi, Wakil Bupati Solok, Candra, serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok, Raunis Roni.
Ribuan penonton memadati tribun untuk menyaksikan adu kekuatan dua tim tangguh, Pendalian FC yang datang dari Provinsi Riau berhadapan dengan tuan rumah Mangkuto Alam FC.
Pertandingan berjalan seimbang sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim saling bergantian menguasai lapangan, melancarkan serangan demi serangan, dan memperketat pertahanan.
Permainan yang cepat, keras, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas menghiasi setiap menit jalannya pertandingan. Sorakan dan dukungan dari para penonton tak henti bergema, menambah ketegangan di atas lapangan hijau.
Momen penentu terjadi pada menit ke-29 babak pertama. Muhamad Sanjaya, pemain andalan Mangkuto Alam FC, berhasil menembus rapatnya barisan pertahanan Pandalian FC.
Dengan ketenangan dan penyelesaian akhir yang apik, ia berhasil membobol gawang lawan dan mengubah kedudukan menjadi 1–0.
Gol ini sontak membuat suasana stadion semakin riuh penuh kegembiraan, dan skor tersebut bertahan hingga peluit akhir dibunyikan, menjadikan Mangkuto Alam FC sebagai pemenang pertandingan ini.
Persaingan yang sangat ketat juga tergambar dari catatan wasit, di mana satu pemain Pendalian FC harus menerima kartu kuning.
Hal ini menjadi bukti betapa sengitnya perebutan bola di setiap sisi lapangan, dengan kedua kubu menampilkan semangat juang yang tinggi tanpa mengurangi rasa saling menghormati.
Usai pertandingan, apresiasi tinggi datang langsung dari jajaran pimpinan tim tamu.
Ketua Umum Pendalian FC, Mulyadi, yang juga turut berperan sebagai panitia dan wasit dalam ajang ini, memberikan penilaian istimewa terhadap seluruh rangkaian acara.
Baginya, FE Cup ke-2 Tahun 2026 ini menetapkan standar baru penyelenggaraan sepak bola di tingkat daerah.
"Secara umum, pelaksanaan FE Cup ke-2 Tahun 2026 ini luar biasa. Saya mewakili seluruh keluarga besar Pendalian FC yang datang dari Provinsi Riau, ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala perhatian, sambutan hangat, keramahan, dan pelayanan yang luar biasa yang kami terima di sini," ujar Mulyadi dengan nada kagum.
Lebih jauh lagi, Mulyadi mengaku sangat terkesan karena atmosfer yang dibangun dalam turnamen ini jauh melampaui ekspektasi.
"Jujur, saya merasakan atmosfer pertandingan ini melebihi ajang liga resmi. Meskipun ini hanya pertandingan tarkam, namun konsep pelaksanaannya, kinerja panitia, teknis pertandingan, termasuk kesiapan petugas dan wasit, semuanya berjalan sangat istimewa. Kualitas penyelenggaraannya, menurut penilaian saya, sudah luar biasa dan mungkin menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Inilah standar tinggi yang baru pertama kali saya rasakan dalam sebuah pertandingan," tambahnya.
Penilaian positif juga disampaikan oleh salah satu pemain Mangkuto Alam FC saat diwawancarai usai laga.
Ia mengakui kualitas permainan yang ditampilkan timnya berjalan berkat persiapan matang, sekaligus memuji kinerja pihak penyelenggara.
"Arahan dan strategi yang diberikan oleh pelatih kami bisa dijalankan dengan sangat baik di lapangan. Selain itu, antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan luar biasa besar, dan kinerja panitia serta petugas di lapangan juga sangat bagus serta tertib," ungkapnya.
Penyelenggaraan ajang FE Cup 2 ini tidak hanya menjadi sarana mempertajam bakat pesepak bola daerah, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan yang luar biasa antar daerah.
Keberhasilan terselenggaranya kegiatan ini tak lepas dari dukungan kuat para mitra strategis, antara lain Bank BSI Syariah, Bank BRI, Bank Mandiri, FE Water Sports, FE Cafe dan Resto, serta FE Premium Transport.
Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh pers menjadi dukungan moral yang berharga bagi para pemain.
Ajang ini pun dinilai sukses besar, tidak hanya karena hasil pertandingannya, tetapi karena mampu membuktikan bahwa sepak bola daerah di Kota Solok telah bertransformasi menjadi perhelatan berkualitas tinggi yang mampu menyatukan masyarakat dan memukau tim yang datang dari luar provinsi.(80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »