| Plt Kepala SMKN2 Sawahlunto Ponidi bersama awak media. (Foto: Marjafri). |
Melalui berbagai program pembelajaran berbasis kompetensi, sekolah ini berkomitmen mencetak lulusan yang siap bekerja, berkarakter, dan mampu bersaing di dunia usaha maupun dunia industri.
Pada Tahun Ajaran 2024/2025, SMKN 2 Sawahlunto berhasil mencatat tingkat kelulusan 100 persen. Sebanyak 174 siswa kelas XII yang mengikuti ujian akhir dinyatakan lulus.
Mereka berasal dari lima program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Geologi Pertambangan.
Plt. Kepala SMKN 2 Sawahlunto, Ponidi, mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini berstatus SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Selain itu, sekolah juga tengah menjalani proses reaktivasi akreditasi dengan target peningkatan dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A.
"Saat ini status sekolah adalah SMK Pusat Keunggulan dan SMK BLUD. Untuk akreditasi, saat ini sedang dalam proses reaktivasi dan secara persyaratan kami telah memenuhi ketentuan untuk meningkat dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A," ujar Ponidi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6).
Menurutnya, SMKN 2 Sawahlunto menerapkan sistem pendidikan yang menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik.
Selain keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, siswa juga dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kesiapan bekerja di berbagai lokasi penugasan, kesopanan, dan kejujuran.
"Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri," katanya.
Salah satu program keahlian yang menjadi unggulan sekolah adalah Geologi Pertambangan, yang hingga kini masih menjadi jurusan favorit dan banyak diminati calon peserta didik. Program tersebut memiliki masa pendidikan selama empat tahun dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan.
Selain mempertahankan program unggulan yang telah diminati masyarakat, SMKN 2 Sawahlunto juga terus menggenjot sosialisasi Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).
Langkah ini dilakukan untuk meluruskan persepsi yang masih berkembang di masyarakat terkait prospek kerja lulusan jurusan tersebut.
Ponidi menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap lulusan DPIB hanya akan bekerja sebagai tukang atau pekerja bangunan. Padahal, peluang karier yang tersedia jauh lebih luas dan menjanjikan.
"Pemahaman tersebut kurang tepat. Lulusan DPIB memiliki peluang menjadi drafter, ahli gambar teknik, perencana konstruksi, estimator atau penyusun anggaran bangunan, hingga profesi lainnya yang sangat dibutuhkan di sektor konstruksi dan pembangunan," jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan jurusan tersebut, sekolah memberikan program reward bagi peserta didik baru yang memilih DPIB. Fasilitas yang diberikan berupa seragam praktik gratis dan pembebasan iuran sekolah selama enam bulan.
Program tersebut, lanjut Ponidi, dapat terlaksana berkat dukungan dan kontribusi para alumni yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan sekolah.
"Alhamdulillah, program reward ini dapat berjalan berkat kerja sama dan sumbangsih dari para alumni," ujarnya.
Dalam rangka memperkenalkan program keahlian kepada calon peserta didik, SMKN 2 Sawahlunto juga melaksanakan kegiatan Open Workshop.
Melalui program ini, siswa kelas IX SMP/MTs diundang untuk mengunjungi sekolah dan melihat secara langsung aktivitas pembelajaran serta praktik kerja pada setiap jurusan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada calon siswa mengenai dunia pendidikan vokasi, sehingga mereka dapat menentukan pilihan jurusan berdasarkan minat, bakat, dan potensi diri, bukan sekadar mengikuti pilihan orang lain.
"Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bahwa pendidikan vokasi memiliki prospek yang sangat baik. Harapannya, siswa dapat memilih jurusan sesuai minat dan bakatnya sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tambah Ponidi.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dari keluarga dan masyarakat.
"Peran orang tua sangat penting dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada anak. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kami optimistis dapat mencetak generasi yang siap meraih kesuksesan karier dan masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »