| Ratusan pesilat, guru silek, ninik mamak, bundo kanduang, dan tokoh masyarakat dari Kota serta Kabupaten Solok berkumpul dalam kegiatan Balerong Silek Tuo. (Foto: Oktryoni). |
Momen ini menjadi bukti nyata tekad bersama untuk menghidupkan kembali warisan leluhur yang sarat nilai karakter.
Acara diresmikan dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, S.T., didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., serta berbagai pemangku adat dan pimpinan daerah.
Ketua Pelaksana Yayan Irmanti Tuan Incek Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dukungan penuh masyarakat Selayo serta seluruh dunsanak yang hadir menyukseskan ajang persaudaraan ini.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Vasco Ruseimy mengaku bangga berdiri di tengah para penjaga tradisi.
Ia menyoroti fakta bahwa saat ini hanya sekitar 50 dari total 200 aliran silek di Sumatera Barat yang masih aktif berjalan.
Keprihatinan inilah yang melandasi kebijakan strategis pemerintah provinsi mewajibkan ekstrakurikuler silek di seluruh jenjang SMA dan sederajat.
"Kami ingin mengembalikan kebanggaan generasi muda terhadap silek. Ketika pelajar mempelajarinya, akan menjadi teladan bagi adik-adiknya sekaligus menghidupkan kembali peran para guru silek di setiap nagari sesuai aliran lokal masing-masing," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra menilai kebijakan tersebut sangat tepat sasaran dalam membangun fondasi kepribadian.
Baginya, silek bukan sekadar bela diri, melainkan sarana menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan rasa hormat.
"Jika silek tumbuh subur di sekolah dan nagari, kenakalan remaja seperti tawuran atau pergaulan bebas akan berkurang. Pemkab Solok pun siap mendukung penuh melalui Dinas Pariwisata agar program ini menyebar ke seluruh penjuru wilayah," tambahnya.
Wali Nagari Selayo Ronal Reagen, ST Dt. Muaro Batuah, mengungkapkan harapan agar Balerong Silek Tuo dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
Ia berharap adanya dukungan anggaran agar tradisi belajar silek di surau dapat kembali hidup dan kelak mendunia sebagai identitas Minangkabau yang membanggakan.
Kegiatan ini pun berlangsung penuh kehangatan, memperkokoh jembatan sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan para pewaris seni bela diri, demi menjaga warisan budaya tak benda ini tetap lestari di tengah gempuran zaman.(80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »