| Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada kegiatan Public Expose yang digelar Kamis (2/7). (Foto: Ist). |
Hal ini terungkap dalam pemaparan Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 pada kegiatan Public Expose yang digelar Kamis (2/7).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa JKN bukan sekadar skema pembiayaan pengobatan, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
"Ketika masyarakat terbebas dari kekhawatiran biaya kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang layak, mereka dapat berkarya lebih maksimal. Inilah kunci menciptakan SDM yang produktif dan berdaya saing," ujarnya.
Capaian Luar Biasa di Tahun 2025
Hingga akhir tahun lalu, kepesertaan JKN telah menembus 282,7 juta jiwa atau setara 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.
Tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari tercatatnya lebih dari 725,3 juta kali pemanfaatan layanan kesehatan sepanjang 2025 — rata-rata lebih dari 1,9 juta akses pelayanan setiap harinya.
Kemudahan akses juga terus diperluas melalui inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA WhatsApp 08118165165, serta Care Center 165.
Dukungan infrastruktur pun semakin kokoh dengan jaringan yang terdiri dari 23.770 FKTP, 3.194 FKRTL, dan 6.190 fasilitas penunjang di seluruh pelosok negeri.
Kelola Keuangan Kuat dan Akuntabel
Keberlanjutan program didukung pengelolaan dana yang sehat dan transparan. Aset bersih Dana Jaminan Sosial Kesehatan per akhir 2025 mencapai Rp30,04 triliun, cukup untuk menutup estimasi klaim selama 1,88 bulan sesuai aturan. Hasil investasi tercatat sebesar Rp3,94 triliun.
Prestasi tata kelola pun dibuktikan dengan perolehan opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya berturut-turut, serta nilai tinggi dalam berbagai penilaian integritas dan tata kelola organisasi.
Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Kesejahteraan
Kajian LPEM FEB UI menunjukkan dampak luar biasa JKN: berkontribusi menambah PDB hingga Rp129 triliun, menciptakan 3,5 juta lapangan kerja, serta menyelamatkan 8,1 juta jiwa dari kemiskinan dan melindungi 16 juta orang dari risiko jatuh miskin akibat biaya kesehatan.
Setiap kenaikan 1% kepesertaan terbukti meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71% dan menambah angka harapan hidup hingga 3 tahun.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Di tengah keberhasilan, tantangan tetap ada. Biaya pelayanan tahun 2025 mencapai Rp191,3 triliun, di mana seperempat lebih digunakan untuk penyakit katastropik yang sebagian besar dapat dicegah.
Oleh karena itu, BPJS Kesehatan akan memperkuat upaya pencegahan, efisiensi layanan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat serta pengamat dari BPJS Watch dan Universitas Indonesia sepakat: keberlanjutan JKN adalah tanggung jawab bersama. Pembiayaan kesehatan bukan beban, melainkan modal utama mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"JKN yang kuat adalah jaminan masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama demi kesehatan dan kemajuan seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.(80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »