| Kepala Dinas Perkim, Tri Hadiyanto disaksikan Sekda Kota Padang, Raju Minropa, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton dan Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri menjelaskan dokumen terkait pembangunan. (Foto: Diskominfo). |
Berdasarkan dasbor pemantauan Satgas pusat yang mengukur 38 indikator, progres penanganan pascabencana di Kota Padang menunjukkan kemajuan yang sangat baik dan terstruktur.
"Kita mengucapkan apresiasi, Provinsi Sumatera Barat—khususnya Kota Padang—sebagai salah satu provinsi yang cukup cepat pulih di dalam pascabencana ini, dilihat dari berbagai indikator. Kami di pusat memiliki dasbor yang memonitor hampir 38 indikator dan Sumbar termasuk salah satu yang cukup bagus, termasuk juga Padang,' ujar Stafsus Mendagri bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga.
Keseriusan dan kualitas penanganan yang bagus di Kota Padang terlihat nyata dari berbagai sektor, mulai dari kelancaran pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara), ketepatan distribusi dana tunggu hunian, efektivitas penyaluran bansos, program pemulihan lahan sawah, hingga keaktifan pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi serta normalisasi sungai.
"Khusus di Padang, target dari pendirian Huntap itu cukup besar di seluruh provinsi, sebanyak 500-an lebih ya. Seperempat dari seluruh provinsi ada di Kota Padang. Maka memang melihat tadi keterangan dari Pak Sekda, terima kasih Pak Sekda, nampaknya dari perencanaannya sudah sangat bagus sekali, baik dari segi target maupun dari kondisi sekarang yang sudah kita lihat," katanya.
Kota Padang memegang tanggung jawab besar dengan memikul target pembangunan Huntap tertinggi di Sumatera Barat, yaitu lebih dari 500 unit Huntap atau mencakup seperempat dari total target seluruh provinsi.
"Dan juga Bapak Mendagri sangat mengapresiasi Kota Padang dengan semangat solidaritasnya. Karena Kota Padang juga sebagai yang terdampak dan mendapatkan TKD tambahan, menyumbang ya, menyumbang ke provinsi yang terdampak berat di Aceh. Ya, sumbangan Kota Padang itu saya kira ada Rp5 miIiar ya dan disumbangkan ke tiga kabupaten di Aceh," cakapnya.
Melalui perencanaan yang matang, penyediaan lahan yang didanai TKD tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, serta sinergi yang kuat bersama yayasan kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi, target besar tersebut dapat berjalan dengan sangat progresif dan bagus.
Untuk Huntap Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka ini akan dibangun sebanyak 340 unit Huntap. Saat ini, sebanyak 39 unit Huntap sudah memasuki tahap finishing dan direncanakan selesai akhir bulan ini.
Di samping kesuksesan pemulihan internal yang berjalan cepat dan rapi, manajemen penanganan bencana Kota Padang mendapat pujian luar biasa dari Menteri Dalam Negeri karena memiliki rasa solidaritas yang tinggi.
"Padang telah menerima TKD tambahan yang besarnya 371,85 miIiar. Dan ini kami sudah melihat progres dan juga persiapannya cukup bagus. Dan termasuk juga sebenarnya untuk lahan ya, untuk pengadaan lahan Huntap ini juga sebenarnya nantinya dibiayai dari TKD tambahan ini. Jadi kami apresiasi untuk Pemko Padang karena bisa bersinergi," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Horas Maurits Panjaitan.
Meski berstatus sebagai daerah yang juga terdampak bencana, Kota Padang secara luar biasa mampu mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp5 miIiar untuk menyokong pemulihan bencana di tiga kabupaten di Provinsi Aceh.
"Maka nanti kami akan melihat apakah semuanya sudah tepat sasaran dan tentunya TKD tambahan ini bisa melakukan realisasi percepatan, karena sangat ditunggu oleh masyarakat," urainya.
Tampak hadir pada kesempatan itu, Sekda Kota Padang, Raju Minropa, Kepala Dinas Perkim, Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton dan Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »