| Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung menyerahkan bantuan kepada para korban, Rabu (15/7/2026). (Foto: Prokompin). |
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Wakil Ketua Baznas Kota Padang, Yultel Ardi, Camat Lubuk Kilangan, Siska Nurul Widya Siska Usman, para lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turun langsung menyerahkan bantuan kepada para korban, Rabu (15/7/2026).
Bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran Pemko Padang melalui implementasi Program Unggulan (Progul) Padang Sigap dan Padang Melayani dalam merespons musibah yang dialami masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir menyerahkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga terdampak.
"Kami turut berduka atas musibah ini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban, serta membantu memenuhi kebutuhan mendesak selama proses pemulihan berlangsung," katanya.
Selain itu, setiap keluarga juga menerima bantuan Rp1,5 juta dari Baznas Kota Padang, paket kebutuhan pokok dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, serta bantuan sembako dari Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan.
Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi pada 6 Juli 2026 sekitar pukul 00.46 WIB itu telah menghanguskan dua unit rumah yang berdampingan.
Rumah tersebut milik Nila Fajarwati (43) yang tinggal bersama suami dan tiga anaknya, serta Rina Kurniawati (41) yang tinggal bersama suami dan dua anaknya.
Maigus Nasir menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa kedua keluarga tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemko Padang akan selalu hadir memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.
Wakil Wali Kota menyampaikan kecepatan penyaluran bantuan merupakan komitmen Pemko Padang dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat, sekaligus implementasi nyata Progul Padang Sigap yang menitikberatkan pada penanganan cepat saat terjadi kondisi darurat.
Tak hanya itu, Maigus Nasir juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh arus pendek listrik.
Menurutnya, penggunaan stop kontak atau colokan listrik secara berlebihan sering kali memicu panas pada instalasi kabel dan berpotensi menyebabkan kebakaran.
"Sebagai langkah pencegahan, kami berharap Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis. Sehingga masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi," cakapnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »