| Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok. Inisiatif ini digagas Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM yang akrab disapa Ustad Anca. (Foto: Oktryoni). |
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas aparatur nagari dan pengelola informasi agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam pelayanan publik.
Turut hadir mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok, Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Yunarti Sahara, SH., MH., Wakil Rektor II Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM., serta Ketua Pelaksana sekaligus dosen terbaik UMMY, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH.
Dalam sambutannya, Yunarti Sahara menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Nurfirmanwansyah. Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Sumatera Barat melalui program Creative Hub, dan berharap Kabupaten Solok dapat menjadi percontohan penerapan Smart Village di Sumatera Barat. Ia menegaskan digitalisasi nagari bukan sekadar soal teknologi, melainkan perubahan pola pelayanan, transparansi, dan partisipasi masyarakat.
Wakil Rektor II UMMY Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis. Keterlibatan perguruan tinggi ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dinilai kunci utama mempercepat kemajuan nagari menghadapi arus perubahan teknologi yang sangat cepat.
Ketua Pelaksana, Yendi Putra, menjelaskan materi pelatihan mencakup pengelolaan situs nagari, literasi digital, keamanan informasi, pemanfaatan media sosial, hingga penerapan teknologi AI. "Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat hingga ke tingkat nagari, sehingga situs nagari berkembang menjadi pusat informasi dan pelayanan yang aktif," ujarnya.
Sementara itu, Nurfirmanwansyah menekankan bahwa kemajuan zaman tidak bisa dihindari, termasuk kehadiran kecerdasan buatan. "Smart Village bukan sekadar memiliki situs, melainkan bagaimana nagari mampu memberikan pelayanan yang efektif, cepat, transparan, dan berbasis digital," tegasnya. Nagari sebagai garda terdepan pemerintahan harus menjadi yang paling dekat dan cepat melayani masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan literasi digital menjadi fondasi kuat menyambut peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan yang berlangsung interaktif ini, diharapkan seluruh nagari di Kabupaten Solok mampu beradaptasi, mengoptimalkan potensi lokal lewat teknologi, serta mewujudkan nagari yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.(80)
Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »