Sinergi Pusat-Daerah Percepat Pemulihan Infrastruktur: Komisi V DPR RI Bawa Bantuan ke Alahan Panjang, Total Penanganan Sungai Capai Rp341 Miliar

Sinergi Pusat-Daerah Percepat Pemulihan Infrastruktur: Komisi V DPR RI Bawa Bantuan ke Alahan Panjang, Total Penanganan Sungai Capai Rp341 Miliar
Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., menyambut hangat kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI H. Zigo Rolanda, S.E., M.M., ke Lembah Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, pada Sabtu (29/8/2026). (Foto: Diskominfo).

BENTENGSUMBAR.COM - 
Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., menyambut hangat kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI H. Zigo Rolanda, S.E., M.M., ke Lembah Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, pada Sabtu (29/8/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan serta pemulihan infrastruktur pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Zigo Rolanda menyerahkan bantuan perbaikan jalan di Jorong Galagah serta mendukung Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) bagi warga setempat.

Wabup Candra menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan perjuangan anggota dewan tersebut untuk pembangunan Kabupaten Solok dan wilayah Solok Raya. 

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak terbatas pada jalan dan air bersih, tetapi juga mencakup penanganan infrastruktur sungai yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

“Sebelumnya beliau juga telah turun ke daerah bencana di Kota Solok dan sejumlah titik di Kabupaten Solok bagian utara,” ujar Candra.

Ia merinci, terdapat tujuh sungai yang mendapat prioritas penanganan. Batang Lembang dan Batang Gawan dianggarkan sekitar Rp180 miliar, sementara Batang Muaro Pingai, Batang Bagang Paninggahan, Batang Saniang Baka, dan Batang Iman berjumlah sekitar Rp161 miliar. 

Total anggaran perbaikan sungai mencapai Rp341 miliar — seluruhnya diperjuangkan Zigo Rolanda melalui Komisi V DPR RI.

Kebutuhan infrastruktur jalan di Kabupaten Solok juga sangat mendesak. Dari sekitar 1.115 kilometer jalan kabupaten, sekitar 41 persen berada dalam kondisi rusak berat. 

Kebutuhan anggaran untuk perbaikannya mencapai Rp1,4 triliun, sementara kerusakan ringan membutuhkan sekitar Rp400 miliar — secara keseluruhan mendekati Rp1,8 triliun. Padahal, anggaran Pemkab Solok untuk sektor jalan dan irigasi tahun ini hanya sekitar Rp86 miliar.

“Keterbatasan fiskal daerah membuat sinergi dengan pemerintah pusat dan DPR RI menjadi sangat krusial,” tegas Candra.

Sementara itu, Zigo Rolanda menyatakan pihaknya terus menyempurnakan alokasi anggaran infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk usulan Kabupaten Solok.

Salah satu prioritas yang sedang diperjuangkan adalah penyelesaian ruas jalan Kapujan yang tersisa 5,3 kilometer belum beraspal, dengan kebutuhan dana sekitar Rp43 miliar.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan prioritas masyarakat dapat segera terwujud,” ujarnya.

Terkait program Pamsimas di Jorong Galagah, Zigo mengapresiasi tingginya partisipasi warga. 

Awalnya direncanakan untuk 35 rumah, program ini berkat swadaya masyarakat dapat diperluas hingga menjangkau sekitar 200 rumah. 

Hal serupa terjadi pada pembangunan irigasi melalui program P3-TGAI yang telah terealisasi di 21 titik di Kabupaten Solok.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Mukhlis, S.H., Dt. Gampo Malangik, Anggota DPRD Kabupaten Solok Indra Kartasasmita, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, tokoh masyarakat, niniak mamak, serta warga setempat.(80)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »