Bahaya Merusak Bumi dan Memutus Silaturahmi: Pesan Menohok Surah Muhammad Ayat 22–23

Bahaya Merusak Bumi dan Memutus Silaturahmi: Pesan Menohok Surah Muhammad Ayat 22–23
Al-Qur'an memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang gemar membuat kerusakan di muka bumi serta memutuskan tali silaturahmi antar kerabat dan sesama. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Hubungan sesama manusia dan kelestarian alam menjadi perhatian serius dalam ajaran Islam. Al-Qur'an memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang gemar membuat kerusakan di muka bumi serta memutuskan tali silaturahmi antar kerabat dan sesama.

Peringatan tegas tersebut terpapar jelas dalam Al-Qur'an Surah Muhammad ayat 22–23. Ayat ini menggambarkan bagaimana tabiat buruk sebagian manusia yang kerap lupa diri dan berbuat semena-mena ketika diberi kekuasaan atau pengaruh.

"Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka." (Q.S. Muhammad: 22–23)

Berbuat kerusakan di bumi mencakup berbagai tindakan destruktif, mulai dari merusak lingkungan, mengeksploitasi alam secara berlebihan, hingga memicu konflik perselisihan di tengah masyarakat. 

Sementara itu, memutus tali silaturahmi sering kali terjadi akibat kesombongan, perebutan harta, maupun benturan kepentingan politik dan jabatan.

Tafsir Al-Qur'an menjelaskan bahwa tindakan memutus hubungan kekeluargaan dan merusak tatanan sosial merupakan salah satu indikasi lemahnya iman.

Allah SWT menyandingkan kedua perbuatan ini karena keduanya sama-sama merusak keharmonisan kehidupan, baik dalam skala keluarga maupun masyarakat luas.

Ancaman bagi pelaku perbuatan tersebut sangat berat, yakni ancaman laknat dari Allah SWT. Laknat dalam konteks ini diartikan sebagai dijauhkannya seseorang dari rahmat, kasih sayang, dan petunjuk-Nya dalam mengarungi kehidupan dunia maupun akhirat.

Dampak dari hilangnya rahmat Allah digambarkan dengan gamblang pada ayat ke-23, yaitu "ditulikan pendengarannya dan dibutakan penglihatannya". 

Artinya, hati dan mata batin mereka menjadi tertutup sehingga tidak lagi mampu mengambil pelajaran dari kebenaran serta sulit menerima nasihat kebaikan. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »