Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan berbagai pengalaman Kota Padang dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. (Foto: Tommi). |
Seminar kebencanaan tersebut digelar di Santika Hotel Padang dan menghadirkan Wali Kota Padang Fadly Amran sebagai salah satu narasumber. Ia memaparkan berbagai pengalaman Kota Padang dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Di hadapan delegasi dari 24 kota anggota Komwil I Apeksi, Fadly Amran menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dilakukan secara sesaat. Menurutnya, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus membangun kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana.
Kota Padang sendiri berada di wilayah dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Kondisi geografis dan posisi daerah yang berada di kawasan Ring of Fire membuat Padang berpotensi menghadapi gempa bumi, tsunami, banjir hingga longsor.
Pengalaman menghadapi bencana menjadi pembelajaran penting bagi Pemerintah Kota Padang. Karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, BPBD, serta kesiapsiagaan masyarakat terus menjadi perhatian.
Fadly Amran juga memaparkan penanganan dan pemulihan pascabencana yang dilakukan Kota Padang. Pada 2025, bencana hidrometeorologi menyebabkan 11 orang meninggal dunia, ribuan rumah terdampak, serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan dampak terhadap sektor pertanian dan perikanan.
Dalam upaya pemulihan pascabencana 2025, Pemerintah Kota Padang mendapat dukungan pemerintah pusat sebesar Rp4 triliun. Dukungan tersebut antara lain diarahkan untuk pembangunan dan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.
Tak berhenti di sana, kesiapan menghadapi ancaman bencana juga diperkuat melalui penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak. Pemerintah Kota Padang melakukan pembelian tanah untuk pembangunan Hunian Tetap atau Huntap.
Sebanyak 533 unit Huntap disiapkan bagi masyarakat terdampak. Pembangunan tersebut melibatkan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Danantara, serta sektor swasta.
Fadly Amran juga menyinggung kejadian hujan ekstrem pada 3 Agustus 2026 yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Padang. Peristiwa tersebut kembali menegaskan pentingnya sistem kesiapsiagaan yang berjalan secara berkelanjutan.
Menurut Fadly, masyarakat harus menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana. Early warning system, pelatihan kebencanaan, hingga pemberdayaan masyarakat perlu terus diperkuat sampai tingkat paling bawah.
Seminar Kebencanaan Apeksi Komwil I tersebut turut menghadirkan Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, yang juga pernah menjabat Wali Kota Padang periode 2004–2014. Perwakilan BNPB dan BPBD Sumatera Barat juga hadir sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, Sekretaris Komwil I Apeksi Muhammad Sofyan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Padang Tarmizi Ismail, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Padang Didi Aryadi. Hadir pula pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang serta camat dan lurah se-Kota Padang.
Seminar semakin strategis dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antarpemerintah kota untuk membantu daerah yang terdampak bencana. Penandatanganan dilakukan para Kepala Pelaksana BPBD dari 24 kota anggota Komwil I Apeksi sebagai bentuk penguatan koordinasi dan solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »