Berkali-kali Berobat dengan JKN, Pedagang Es Cendol Ini Tak Lagi Cemas Biaya

Berkali-kali Berobat dengan JKN, Pedagang Es Cendol Ini Tak Lagi Cemas Biaya
Keluhan terbaru Adri bermula ketika kondisi tubuhnya terus menurun. Tubuhnya menguning, urin berubah menjadi merah kehitaman, sementara warna buang air besar (BAB) juga tidak normal. (Foto: Hermiko). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Bagi Adri, sakit bukan hanya soal bagaimana mendapatkan kesembuhan. Sebagai pedagang es cendol dengan penghasilan yang tidak tetap, setiap gangguan kesehatan juga berarti kekhawatiran tentang biaya pengobatan. Namun, pengalaman berulang kali memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membuatnya kini lebih tenang menghadapi kondisi medis yang membutuhkan penanganan serius.

Keluhan terbaru Adri bermula ketika kondisi tubuhnya terus menurun. Tubuhnya menguning, urin berubah menjadi merah kehitaman, sementara warna buang air besar (BAB) juga tidak normal. Keluarga kemudian membawanya ke IGD RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah untuk mendapatkan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium dan USG menunjukkan adanya masalah batu empedu. Ia kemudian dirujuk ke poli bedah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk tindakan operasi. “Cukup kaget saat dokter mendiagnosis saya menderita batu empedu. Tentu saya khawatir soal biaya. Beruntung, petugas menyampaikan biayanya akan dijamin JKN,” ujar Adri.

Kekhawatiran tersebut perlahan sirna karena Adri tercatat sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Sebelumnya, ia merupakan peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah, namun setelah tidak lagi memenuhi kriteria berdasarkan hasil pendataan, Adri memilih melanjutkan kepesertaannya secara mandiri. Keputusan itu kini ia rasakan manfaatnya ketika harus menghadapi biaya pengobatan yang tidak sedikit. “Kalau kesehatan terganggu, yang kita pikirkan seharusnya bagaimana bisa sembuh, bukan bagaimana mencari uang untuk membayar pengobatan. JKN membuat saya bisa lebih fokus menjalani perawatan,” katanya.

Bagi Adri, pengalaman menggunakan JKN bukan baru sekali. Pada tahun sebelumnya, ia pernah menjalani rawat inap karena penyakit lambung. Empat tahun lalu, ia juga mendapatkan pemeriksaan dan perawatan terkait penyempitan pembuluh darah jantung, serta pernah menjalani operasi hernia dengan memanfaatkan JKN. “Saya sudah cukup sering dibantu JKN untuk pengobatan yang biayanya besar. Kalau dihitung, mungkin sudah puluhan juta rupiah atau lebih. Kalau harus membayar semuanya sendiri, saya pasti kesulitan, terutama karena penghasilan saya tidak tetap,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Adri melihat langsung manfaat prinsip gotong royong dalam JKN. Menurutnya, iuran yang dibayarkan peserta secara rutin menjadi bagian penting dalam membantu peserta lain ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia juga membantah anggapan bahwa peserta JKN mendapatkan pelayanan berbeda. “Yang saya rasakan justru sebaliknya. Petugas ramah, alurnya jelas dan pelayanan berjalan dengan baik, asal mengikuti prosedur,” tegas Adri.

Manfaat JKN juga dirasakan Fadri, anak Adri. Saat mendampingi ayahnya berobat, Fadri teringat ketika istrinya menjalani persalinan melalui operasi caesar karena indikasi medis berupa posisi bayi sungsang. “Yang saya tahu biaya persalinan caesar itu sekitar Rp10 juta. Kalau tanpa JKN, tentu saya akan kesulitan mencari dana sebesar itu dalam waktu dekat. JKN sangat membantu dan menambah momen kebahagiaan kami saat itu,” tuturnya. Fadri juga merasakan kemudahan Aplikasi Mobile JKN, terutama fitur antrean online, kartu JKN digital, serta informasi ketersediaan tempat tidur rawat inap.

Dari pengalaman keluarganya, Adri dan Fadri mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memikirkan perlindungan kesehatan. Adri berpesan agar peserta menjaga kepesertaan tetap aktif dan membayar iuran tepat waktu, sementara Fadri berharap edukasi mengenai hak, kewajiban, serta alur pelayanan JKN terus diperluas. “Sehat itu mahal harganya dan tidak bisa dibandingkan dengan jumlah iuran JKN setiap bulan. Anggap saja kita sedang mempersiapkan perlindungan untuk masa depan,” pesan Adri. (HM)

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »