| Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., yang membuka kegiatan peluncuran Sistem Pengendalian Kinerja Pembangunan Daerah (SPKPD), Rabu (16/9/2026). (Foto: Oktryoni). |
Peluncuran SPKPD menjadi langkah baru Pemkab Solok dalam mengubah pola pengawasan pembangunan agar lebih terintegrasi dan berbasis data. Melalui sistem ini, perkembangan program pembangunan diharapkan tidak lagi hanya diketahui ketika laporan selesai dibuat, tetapi dapat dipantau secara lebih cepat sesuai perkembangan pelaksanaan di lapangan.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada seberapa baik sebuah program direncanakan. Pengendalian yang konsisten menjadi bagian penting untuk memastikan target yang telah ditetapkan benar-benar diwujudkan.
“Sistem pengendalian kinerja ini bukan sekadar alat administrasi, melainkan instrumen nyata agar setiap program berjalan terukur, transparan, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Semua harus terlihat hasilnya, bukan sekadar laporan di atas kertas,” ujar Candra.
Pernyataan tersebut menegaskan arah yang ingin dibangun Pemkab Solok: kinerja pembangunan harus bisa dibaca dari hasil, bukan hanya dari laporan. Dengan SPKPD, kesenjangan antara apa yang direncanakan dengan apa yang benar-benar dikerjakan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah koreksi bisa dilakukan sebelum persoalan menjadi lebih besar.
Sistem ini juga dirancang untuk memperkuat koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Administrasi Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Afry Yanto, S.H., menjelaskan bahwa SPKPD akan mempermudah penyampaian informasi mengenai progres pelaksanaan program sekaligus menyediakan data yang dapat digunakan pimpinan dalam menentukan kebijakan strategis.
Dengan demikian, teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi pemerintahan. Data yang terkumpul dalam SPKPD diharapkan menjadi bahan untuk membaca kondisi pembangunan secara lebih objektif: program mana yang berjalan sesuai target, mana yang mengalami hambatan, serta bagian mana yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
Dalam peluncuran tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan dari narasumber Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA, CSCU., CEH. Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan sekaligus pengendalian kinerja pembangunan daerah.
Penerapan SPKPD diharapkan tidak berhenti sebagai peluncuran sebuah aplikasi atau sistem baru. Tantangan berikutnya justru terletak pada konsistensi penggunaannya oleh seluruh perangkat daerah. Sistem akan memberi manfaat maksimal apabila data yang dimasukkan akurat, diperbarui secara berkala, dan benar-benar digunakan sebagai dasar evaluasi serta pengambilan keputusan.
Karena itu, Candra meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan SPKPD secara optimal. Ia berharap sistem tersebut mampu memastikan setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan memiliki arah yang jelas serta pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Solok.
Peluncuran SPKPD di Arosuka turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, S.H., para kepala OPD atau perwakilannya, camat se-Kabupaten Solok, narasumber, dan tamu undangan lainnya.
Jika berjalan konsisten, SPKPD bukan hanya menjadi alat untuk mengawasi angka dan progres pekerjaan. Lebih jauh, sistem ini berpotensi menjadi “mata” pemerintah daerah dalam membaca denyut pembangunan—memastikan rencana tidak berhenti di atas kertas, anggaran tidak kehilangan arah, dan program yang dijalankan benar-benar bergerak menuju hasil yang dapat dirasakan masyarakat. (80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »