| Bukan pejabat atau rombongan besar yang menjadi perhatian, melainkan keluarga besar SMAN 1 Kota Solok yang datang membawa bantuan untuk warga terdampak, Kamis (24/9/2026). (Foto: Oktryoni). |
Kedatangan para pelajar dan keluarga besar sekolah itu menjadi simbol bahwa musibah mampu menggerakkan kepedulian lintas usia. Dari lingkungan pendidikan, mereka membawa pesan sederhana bahwa korban galodo Kabupaten Solok tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu, meski bantuan itu mungkin sederhana.
Bantuan tersebut diterima langsung Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si. Di tengah kesibukan penanganan bencana, Jon Firman Pandu menyempatkan menyambut rombongan dan menyampaikan penghargaan atas kepedulian keluarga besar SMAN 1 Kota Solok.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Jon Firman Pandu menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Kota Solok. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas karena datang dari lingkungan pendidikan dan melibatkan generasi muda.
"Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bukti nyata kebersamaan dan kepedulian sesama di saat sulit," ujar Jon Firman Pandu. Baginya, perhatian yang diberikan para pelajar menjadi energi moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak banjir bandang dan galodo.
Kepedulian tersebut juga dinilai menjadi contoh pendidikan karakter yang nyata. Nilai gotong royong, empati, dan kepedulian terhadap sesama tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan. Ketika bencana datang, para pelajar memilih untuk hadir dan ikut meringankan beban warga.
"Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita. Kepedulian yang ditunjukkan oleh para pelajar ini adalah harapan kita," kata Bupati. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh dan menular kepada generasi muda lainnya.
Banjir bandang dan galodo Arosuka telah mengundang kepedulian dari berbagai unsur masyarakat. Bantuan berdatangan dari pemerintah, organisasi, lembaga sosial, dunia usaha, hingga institusi pendidikan. Setiap bantuan memiliki arti bagi warga yang tengah berupaya bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Kehadiran SMAN 1 Kota Solok di Posko Bencana Arosuka akhirnya bukan hanya tentang bantuan yang diserahkan. Ada pesan yang jauh lebih besar: pendidikan juga melahirkan kepedulian. Di tengah musibah yang menimpa Kabupaten Solok, para pelajar menunjukkan bahwa usia muda bukan alasan untuk berpangku tangan. Mereka hadir, berbagi, dan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu korban galodo Arosuka. (80)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »