| Mahyeldi saat menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Andalas di Auditorium Unand, Limau Manis, Padang, Senin (14/9/2026). (Foto: Budi). |
Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 atau Lustrum XIV Universitas Andalas di Auditorium Unand, Limau Manis, Padang, Senin (14/9/2026).
Menurut Mahyeldi, memasuki usia 70 tahun merupakan momentum penting bagi Unand untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan. Tujuh dekade perjalanan Unand, kata dia, telah membuktikan ketekunan, ketangguhan, serta kemampuan perguruan tinggi tersebut untuk terus berkembang menghadapi perubahan zaman.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan masyarakat Sumbar, kami menyampaikan selamat kepada seluruh keluarga besar Unand yang memasuki usia tujuh dekade. Ini perjalanan panjang yang menunjukkan ketekunan, ketangguhan, dan kemampuan untuk terus berkembang,” ujar Mahyeldi.
Sejak berdiri pada September 1956 sebagai perguruan tinggi negeri pertama di luar Pulau Jawa, Unand telah melahirkan alumni, akademisi, dan peneliti yang berkiprah di berbagai bidang. Kontribusinya tidak hanya dirasakan di Sumbar, tetapi juga pada level nasional hingga internasional.
Namun, Mahyeldi mengingatkan, tantangan masyarakat ke depan tidak semakin sederhana. Kemajuan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, transisi energi, persoalan kesehatan hingga masalah sosial menuntut perguruan tinggi menghasilkan riset yang lebih relevan, adaptif, dan kolaboratif.
“Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan dan memberi solusi,” tegasnya.
Karena itu, Mahyeldi berharap orientasi riset Unand tidak semata-mata mengejar capaian akademik. Penelitian harus memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan pembangunan sehingga hasilnya dapat diwujudkan menjadi inovasi kebijakan, teknologi maupun praktik yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Sumbar, lanjutnya, memiliki begitu banyak persoalan sekaligus potensi yang dapat menjadi ruang pengembangan riset aplikatif. Mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan, lingkungan, energi, pariwisata, ekonomi kreatif hingga penguatan adat dan budaya, semuanya membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Mahyeldi juga mengapresiasi program pengabdian masyarakat Unand melalui kuliah kerja nyata (KKN) yang selama ini telah memberikan manfaat di berbagai daerah. Ia berharap pengabdian tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi semakin diarahkan untuk membantu menjawab persoalan masyarakat, termasuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Sumbar.
Di sisi lain, Mahyeldi menyambut peluncuran aplikasi Student Connect sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan di lingkungan Unand. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu membuat layanan bagi sivitas akademika menjadi lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan responsif.
Memasuki usia ke-70, Mahyeldi juga mendorong Unand menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Lulusan harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi integritas.
Dalam konteks Sumbar, Mahyeldi menilai pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan selaras dengan nilai adat dan budaya Minangkabau. Filosofi alam takambang jadi guru dinilai mengandung pesan bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, melainkan terus berkembang melalui pengamatan, pengalaman, dan pengabdian.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang Universitas Andalas sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar hasil riset semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi dalam laporannya menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-70 menjadi momentum bagi Universitas Andalas untuk merefleksikan perjalanan tujuh dekade sekaligus menatap arah pengembangan universitas pada masa mendatang. (adpsb/cen/bud)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »