| Didampingi Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Yota Balad turun langsung melihat progres pembangunan sekaligus berdialog dengan tim pelaksana di lapangan. (Foto: Armaidi). |
Didampingi Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Yota Balad turun langsung melihat progres pembangunan sekaligus berdialog dengan tim pelaksana di lapangan. Sidak tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pariaman memastikan pembangunan fasilitas kesehatan berjalan sesuai target, baik dari sisi kemajuan pekerjaan maupun kualitas konstruksi.
Yota tidak ingin pembangunan fasilitas kesehatan hanya berhenti pada pekerjaan fisik tanpa memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan masyarakat. Karena itu, perkembangan pembangunan menjadi perhatian serius Pemko Pariaman di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Penambahan fasilitas dan ruang pelayanan di RSUD dr. Sadikin dinilai semakin mendesak. Tingginya angka kunjungan masyarakat dan kebutuhan ruang rawat inap membuat kapasitas rumah sakit harus segera diperkuat agar pelayanan kesehatan tidak terkendala keterbatasan sarana dan prasarana.
Kondisi tersebut pula yang mendorong Pemko Pariaman terus mendesak pemerintah pusat agar kelanjutan pembangunan RSUD dr. Sadikin yang sempat terbengkalai selama beberapa tahun segera direalisasikan. Bagi Pemko Pariaman, persoalan ini bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang layak.
Yota Balad sebelumnya telah melakukan koordinasi langsung dengan sejumlah pihak di pemerintah pusat, mulai dari Bappenas hingga Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan. Langkah tersebut ditempuh untuk membuka jalan percepatan pembangunan rumah sakit yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting bagi masyarakat Pariaman.
Pemko Pariaman berharap dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp50 miliar dapat segera direalisasikan. Dengan dukungan tersebut, pembangunan RSUD dr. Sadikin diharapkan dapat kembali berjalan maksimal dan ditargetkan rampung paling lambat pada 2027.
Sidak Yota Balad bersama Wawako Mulyadi sekaligus menunjukkan bahwa Pemko Pariaman tidak ingin persoalan fasilitas kesehatan dibiarkan berlarut-larut. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan, percepatan pembangunan RSUD dr. Sadikin menjadi pekerjaan yang tidak bisa lagi ditunda.
Pemerintah daerah kini menunggu langkah konkret pemerintah pusat agar rencana pembangunan tersebut tidak kembali menjadi proyek yang mangkrak. Masyarakat membutuhkan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan secara cepat, nyaman, dan memadai, bukan sekadar janji pembangunan. (win/at)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »