| Fadly Amran menegaskan bantuan Pemko Padang dibagi dalam dua kebutuhan utama, yakni dukungan personel untuk penanggulangan bencana serta pengiriman bahan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. (Foto: Tommy). |
Sejak tahap awal penanganan, puluhan personel dan relawan kebencanaan Kota Padang diterjunkan ke Kabupaten Solok. Tim yang dipimpin Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Chandra Eka Putra tersebut berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok sekaligus membantu membersihkan material galodo yang menutup permukiman warga. Tidak berhenti pada pembersihan, Tim Rescue Kota Padang juga ikut dalam proses pencarian warga terdampak yang masih dinyatakan hilang.
Pada Kamis (24/9/2026), tim gabungan Pemko Padang kembali bekerja di lapangan. Personel BPBD, Tim Rescue dan relawan kebencanaan menyasar rumah warga, masjid serta musala yang terdampak material banjir bandang. Kehadiran mereka diarahkan untuk mempercepat pembersihan lingkungan sekaligus membantu masyarakat kembali beraktivitas setelah diterjang bencana.
Dukungan Pemko Padang juga menyasar kebutuhan dasar para korban. Kepala Dinas Sosial Kota Padang Eri Sendjaya menyerahkan bantuan logistik ke Posko Utama Arosuka setelah salat Maghrib berdasarkan Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Logistik Bencana Alam Nomor /Dinsos/2026. Bantuan tersebut mencakup beras, air mineral, makanan siap konsumsi, roti, gula, kopi, minyak goreng hingga kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak seperti pampers dan pembalut.
Fadly Amran menegaskan bantuan Pemko Padang dibagi dalam dua kebutuhan utama, yakni dukungan personel untuk penanggulangan bencana serta pengiriman bahan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, kedua dukungan tersebut diperlukan agar penanganan darurat tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan relawan yang berada di wilayah bencana.
“Pengiriman bantuan kita bagi kepada dua kebutuhan utama. Pertama dukungan atau bantuan personel untuk penanggulangan bencana, dan yang berikutnya pengiriman bahan-bahan kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak,” ujar Fadly Amran.
Menurut Fadly, solidaritas tersebut penting karena Padang dan Kabupaten Solok sama-sama berada di wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi. “Sama seperti Kabupaten Solok, Kota Padang juga memiliki potensi bencana yang tinggi. Jadi sudah sepatutnya sebagai daerah tetangga kita memberikan bantuan dan dukungan yang kita bisa,” tegasnya. Pengerahan personel, relawan dan bantuan logistik itu sekaligus menegaskan satu pesan: ketika bencana datang, daerah tetangga tidak boleh hanya menjadi penonton. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »