Galodo Arosuka Jadi Perhatian Pusat, Menteri PU Dody Hanggodo Gas Percepatan Sabo Dam

Galodo Arosuka Jadi Perhatian Pusat, Menteri PU Dody Hanggodo Gas Percepatan Sabo Dam
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., turun langsung meninjau kawasan terdampak galodo di Arosuka, Rabu (30/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penanganan pascagalodo Arosuka, Kabupaten Solok, memasuki tahap penting. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah pemulihan sekaligus menyiapkan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., turun langsung meninjau kawasan terdampak galodo di Arosuka, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan infrastruktur pascabencana.

Kedatangan Menteri PU disambut Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. dan Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. Keduanya mendampingi Menteri Dody melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak banjir bandang.

Turut hadir Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., perwakilan Kementerian Dalam Negeri Dr. Handayani Ningrum, para kepala balai Kementerian PU se-Sumatera Barat, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Solok, serta pihak terkait lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian utama diarahkan pada pemulihan infrastruktur yang terdampak galodo Arosuka. Penanganan mencakup fasilitas pemerintahan, akses jalan, jaringan air bersih, hingga kondisi aliran sungai yang menjadi jalur material banjir.

Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada pembersihan material lumpur, batu, dan sisa banjir. Pemulihan harus dibarengi langkah mitigasi agar ancaman bencana di kawasan tersebut dapat ditekan.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian serius adalah percepatan pembangunan Sabo Dam di bagian hulu Sungai Batang Baliang. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk membantu menahan material yang berpotensi terbawa arus menuju kawasan hilir.

“Ini bukan sekadar menangani apa yang rusak hari ini, tetapi juga mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang,” tegas Menteri Dody.

Kementerian PU sebelumnya juga telah melakukan berbagai pekerjaan darurat di kawasan Arosuka. Pemeriksaan bangunan pemerintah, pembersihan fasilitas publik, penanganan jaringan air bersih, akses jalan, serta normalisasi aliran sungai terus dilakukan.

Hingga 25 September 2026, tercatat 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka telah diperiksa dan ditangani. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan fasilitas pemerintahan setelah diterjang galodo.

Sehari sebelumnya, Selasa malam (29/9/2026), Menteri Dody juga meninjau kondisi Sungai Batang Baliang setelah hujan. Peninjauan dilakukan sekaligus untuk memantau pekerjaan darurat yang dilaksanakan jajaran Kementerian PU dan BUMN Karya.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan kondisi terkini kawasan terdampak sekaligus kebutuhan penanganan yang masih diperlukan. Ia menegaskan bahwa pemulihan bencana membutuhkan dukungan dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Penanganan bencana tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pusat, dan pemerintah pusat membutuhkan informasi yang akurat dari daerah,” ujar Jon Firman Pandu.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa proses pemulihan pascagalodo benar-benar berjalan. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting agar penanganan infrastruktur, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan secara terarah.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan Arosuka bukan sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak. Penataan sungai, pengendalian material banjir, penguatan infrastruktur, serta pembangunan sistem mitigasi menjadi bagian penting untuk menciptakan kawasan yang lebih aman bagi masyarakat Kabupaten Solok. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »