Galodo Solok: 72 Rumah Rusak, Ratusan Personel Dikerahkan Percepat Pemulihan

Galodo Solok: 72 Rumah Rusak, Ratusan Personel Dikerahkan Percepat Pemulihan
Evaluasi penanganan bencana Solok digelar di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam (27/9/2026). Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dan melibatkan TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait hingga relawan. (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penanganan galodo Solok terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mempercepat pembersihan kawasan terdampak banjir bandang dan pemulihan masyarakat.

Evaluasi penanganan bencana Solok digelar di Posko Utama Kabupaten Solok, Minggu malam (27/9/2026). Rapat dimulai pukul 20.00 WIB dan melibatkan TNI, Polri, BPBD, BNPB, OPD terkait hingga relawan.

Rapat tersebut membahas capaian pembersihan, strategi lanjutan serta pembagian tugas untuk mempercepat pemulihan. Evaluasi akan dilakukan setiap malam agar perkembangan penanganan galodo Kabupaten Solok dapat dipantau secara langsung.

Progres pembersihan mulai menunjukkan hasil. Kawasan perumahan terdampak banjir bandang Solok kini telah dibersihkan sekitar 80 persen melalui kerja sama berbagai unsur di lapangan.

Untuk Senin (28/9/2026), kekuatan gabungan disiapkan. Sebanyak 150 personel TNI, 80 personel Polri, 25 personel TNI AL, 35 personel Brimob, 40 personel Satpol PP dan 30 personel Damkar dikerahkan bersama tim BPBD.

Peralatan berat juga menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan pascabencana Solok. Dinas PUPR dan BPJN mendukung pekerjaan dengan alat berat serta dump truck untuk mengangkut material sisa banjir.

Sejumlah kawasan mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pembersihan kawasan Kantor Inspektorat mencapai 80 persen, sementara kawasan DPRD serta Sekretariat DPRD dan Dinas Pariwisata dijadwalkan mulai ditangani.

Tak hanya membersihkan lumpur dan material, pekerjaan juga menyasar drainase, bahu jalan hingga normalisasi sungai. Balai Wilayah Sungai turut dilibatkan untuk mendukung proses pemulihan kawasan terdampak galodo.

Dinas Lingkungan Hidup juga memperkuat pengangkutan material dan sampah. Empat titik pembuangan disiapkan dan enam unit truk tambahan direncanakan dikerahkan untuk mempercepat pembersihan.

Kabar baik juga datang dari sektor pengungsian. Sebagian besar warga terdampak banjir bandang Solok telah kembali ke rumah masing-masing. Saat ini sekitar 30 jiwa masih berada di lokasi pengungsian sementara.

Meski jumlah pengungsi terus berkurang, dapur umum tetap beroperasi. Sekitar 1.900 porsi makanan disiapkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana galodo Solok.

Dari sektor kesehatan, dua pasien masih menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang, sementara sembilan orang mengalami luka ringan. Pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis terus dilakukan.

Pendataan rumah terdampak juga telah divalidasi bersama nagari. Tercatat 18 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 39 rusak ringan, satu rumah terendam dan tiga rumah masuk kategori rawan, dengan total 72 rumah akan ditindaklanjuti melalui keputusan bupati, termasuk Dana Tunggu Hunian.

Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan penanganan galodo dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Gotong royong, pengerahan personel, alat berat, pemulihan air bersih serta evaluasi setiap malam terus diperkuat agar pemulihan pascabanjir bandang Solok berjalan cepat dan tepat sasaran. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »