| Pengukuhan kepengurusan baru itu dilakukan Ketua LKAAM Sumatera Barat Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuak Nan Sati melalui prosesi pati ambalau. (Foto: Marjafri). |
Pengukuhan kepengurusan baru itu dilakukan Ketua LKAAM Sumatera Barat Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuak Nan Sati melalui prosesi pati ambalau. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru LKAAM Sawahlunto dalam memperkuat eksistensi adat, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut hadir dalam prosesi tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan dukungan terhadap keberadaan lembaga adat sebagai salah satu mitra strategis dalam menjaga nilai sosial budaya serta memperkuat kehidupan bermasyarakat di Kota Sawahlunto.
Riyanda menyampaikan selamat kepada Dahler Datuak Panghulu Sati beserta seluruh jajaran pengurus LKAAM Sawahlunto yang telah menerima amanah. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan tugas dengan semangat kebersamaan serta menghadirkan peran nyata di tengah masyarakat.
Bagi Pemko Sawahlunto, penguatan lembaga adat bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu. LKAAM juga memiliki ruang strategis untuk ikut menjawab berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah perubahan zaman, terutama yang dihadapi anak kemenakan dan generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan LKAAM. Bahkan, Pemko Sawahlunto merencanakan pembangunan Kantor Sekretariat LKAAM Sawahlunto pada tahun ini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan sekaligus menyediakan ruang yang lebih representatif bagi aktivitas organisasi adat.
Riyanda menilai keberadaan sekretariat yang memadai dapat menjadi bagian dari penguatan fungsi LKAAM. Dengan kelembagaan yang semakin tertata, LKAAM diharapkan semakin aktif menjalankan peran dalam pembinaan masyarakat, pelestarian adat dan budaya, serta pendampingan terhadap anak kemenakan.
Tantangan terbesar saat ini tidak hanya datang dari perubahan sosial, tetapi juga dari derasnya perkembangan teknologi informasi. Dunia digital membuka peluang besar bagi generasi muda, namun pada saat yang sama menghadirkan berbagai risiko yang membutuhkan pendampingan dari keluarga, masyarakat, dan lembaga adat.
Karena itu, Riyanda mendorong LKAAM mengambil peran lebih kuat dalam mendampingi anak kemenakan. Nilai-nilai adat dan sosial budaya Minangkabau dinilai tetap relevan untuk menjadi pijakan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kolaborasi pemerintah dengan lembaga adat sangat penting untuk memperkuat karakter anak kemenakan, menjaga nilai sosial budaya, serta membantu generasi muda menghadapi perubahan zaman secara bijaksana,” ujar Riyanda.
Pesan tersebut sekaligus membuka ruang bagi LKAAM Sawahlunto untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial adat. Kepengurusan 2026–2031 ditantang menghadirkan kerja nyata, memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan adat sebagai kekuatan sosial yang mampu berdialog dengan kebutuhan generasi masa kini.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ir. Dahler Datuak Panghulu Sati, LKAAM Sawahlunto kini membawa mandat lima tahun yang strategis. Harapannya, sinergi bersama Pemko Sawahlunto semakin kokoh untuk menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat pendampingan sosial bagi anak kemenakan menghadapi perubahan zaman. (*)
Pewarta: Marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »