| Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, Program Pemagangan Nasional merupakan direktif langsung Presiden Prabowo. (Foto: Ist). |
Program pemagangan nasional ini dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Para peserta akan mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di kementerian, lembaga, maupun sektor industri, sehingga dapat memperkaya pengalaman, soft skill, kompetensi, dan portofolio sebelum memasuki persaingan kerja yang semakin kompetitif.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, Program Pemagangan Nasional merupakan direktif langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan talenta muda yang memiliki kemampuan dan pengalaman sesuai kebutuhan dunia kerja. “Program Pemagangan Nasional ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio,” ujar Yassierli saat Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, MagangHub Batch 2 melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kemenko Perekonomian, serta Sekretariat Kabinet RI. Kemnaker menegaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bukan untuk menggantikan pekerja reguler di perusahaan.
Aspek perlindungan peserta juga menjadi perhatian dalam program pemagangan nasional tersebut. Yassierli menegaskan, peserta magang tidak boleh dibebani jam kerja berlebih, tidak diperkenankan bekerja pada shift malam, dan tugas yang diberikan harus berada dalam koridor pembelajaran. Kemnaker juga melakukan pengawasan untuk memastikan hak dan beban kerja peserta tetap sesuai dengan ketentuan program.
Program MagangHub Batch 2 Angkatan II juga mengedepankan prinsip inklusivitas. Dari 40.962 peserta yang lolos seleksi, terdapat 15 peserta penyandang disabilitas yang akan mengikuti pemagangan di instansi maupun perusahaan mitra. Dengan tambahan peserta gelombang ini, total akumulasi peserta Program Pemagangan Nasional telah mencapai 87.122 orang, terdiri dari 46.160 peserta Batch 1 dan 40.962 peserta Batch 2.
Pemerintah menyediakan total kuota 150.000 peserta MagangHub Angkatan II, yang ditargetkan terpenuhi melalui Batch 3 yang direncanakan meluncur pada awal November 2026 setelah melalui tahapan evaluasi. Yassierli pun mengingatkan para peserta agar tidak sekadar mengikuti program, tetapi benar-benar memanfaatkannya untuk belajar cepat, memberikan kontribusi, serta membangun nilai tambah dan portofolio. “Formula sukses magang itu adalah learn, contribute, dan be different,” pungkasnya. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »